Sponsor

Rabu, 31 Oktober 2012

Hak Penggunaan "Gangnam Style" Diperebutkan Sembilan Pihak

Video musik untuk lagu "Gangnam Style" dari penyanyi Korea Selatan, Psy

SEOUL, KOMPAS.com -- Penyanyi Korea Selatan Psy, yang sedang menyedot perhatian dunia dengan lagu dan video "Gangnam Style", kemungkinan akan menghadapi perebutan merek dagang. Agensi manajemennya, YG Entertainment, menjadi salah satu dari sembilan pihak, baik perorangan maupun perusahaan, yang sedang bertarung untuk memenangkan hak hukum atas penggunaan nama Gangnam Style secara komersial.

Korean Intellectual Property Office (KIPO) mengatakan pada Jumat lalu (7/9/2012) bahwa lembaga tersebut sedang memeriksa sembilan permintaan dari sembilan pihak itu untuk mendapatkan hak pengunaan nama Gangnam Style, dengan tanggal keputusan yang belum ditentukan. Yang bersaing dengan YG merupakan restoran, pembuat sepatu, produsen perlengkapan yang berkait dengan golf, pembuat peralatan climbing, pengembang peranti lunak, dan perusahaan otomatisasi kantor.

YG mengklaim hak eksklusif atas penggunaan nama Gangnam Style dan gambar karikatur Psy melangkah di atas tulisan Gangnam Style dalam bahasa Inggris dan berukuran besar.
Mengingat popularitas lagu tersebut, pemenang hak penggunaan nama Gangnam Style kelak akan mendapatkan keuntungan yang amat besar.

YG mengklaim "kepemilikan tak terbantahkan", dengan mengatakan akan mengambil tindakan hukum terhadap "siapa pun yang mengambil keuntungan dari nama itu untuk menghasilkan uang." Bulan lalu, YG mengirim surat secara online kepada sebuah mall Jerman. YG meminta kepada mall itu untuk menghentikan penjualan t-shirt yang bertulisan Keep calm and Gangnam Style pada bagian depannya. Agensi tersebut juga memertimbangkan untuk meminta embargo penjualan t-shirt bertulisan KangNam Style dan GangNAM STYLE.

"Karena lagu itu ('Gangnam Style') merebut perhatian dunia, kami berusaha muncul dengan berbagai cara untuk menghasilkan keuntungan dengan lagu itu," kata Song Eui-jin, seorang pejabat YG Entertainment.

Saat ini tidak ada yang bisa mengatakan dengan pasti siapa yang akan menjadi pemenang dalam perebutan hak untuk menggunakan nama Gangnam Style. Tapi, satu hal yang jelas, YG belum unggul dari para pesaing lainnya.

KIPO, pada prinsipnya, membuat penilaian atas dasar prinsip siapa yang datang lebih dulu, ia yang dilayani lebih dulu. Klaim YG muncul belakangan ketimbang pihak-pihak lain yang juga memerebutkan hak untuk menggunakan nama Gangnam Style. Salah satu pesaing YG malah mengajukan permintaan untuk memiliki hak itu pada pertengahan Agustus 2012 ketika lagu tersebut mulai populer di Korea Selatan.

Namun, seorang pejabat KIPO mengatakan bahwa waktu bukan merupakan salah satu faktor yang mutlak dalam menentukan seorang pemenang. "Kami melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum membuat putusan," kata pejabat itu. "Pemohon pertama mungkin memiliki keunggulan kompetitif. Tapi, itu bukan segalanya "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda jika berkenan. komentar Anda sebaiknya berhubungan dengan artikel yang dibahas, apapun komentar anda pahit, asam, asin, pedas apalagi kalau yang manis akan saya terima dengan lapang dada.

KALAU MENINGGALKAN KOMENTAR, HENDAKNYA MENINGGALKAN JEJAK ANDA

Jejaknya bisa URL web atau blog, ataukah alamat e-mailnya, sehingga jika ada pertanyaan bisa dibalas ke tempat yang jelas.

Sponsor

Pengikut