Sponsor

Jumat, 21 Desember 2012

RIM Makin Rajin Promosikan Blackberry 10

Logo Blackberry 10
Vendor asal Kanada tersebut, gencar mengkampanyekan tentang apa saja kelebihan yang dimiliki oleh platform terbarunya itu.

Dalam rangka menarik minat konsumen yang belakangan ini terus menurun, Research In Motion (RIM) selaku produsen perangkat Blackberry semakin gencar mempromosikan Blackberry 10 sebagai platform terbarunya.
Strategi promosi yang dilakukan oleh RIM bisa dilihat dari pemasangan iklan mereka di laman koran New York Times baru-baru ini.
Dalam iklan yang berukuran lumayan besar di harian terbesar yang ada di negara Paman Sam tersebut, pihak RIM mengkampanyekan tentang apa saja kelebihan yang dimiliki Blackberry 10, semisal Blackberry 10 Keyboard dan Time Shift Camera.
Selain itu, ada juga fitur Blackberry Hub yang merupakan salah satu fitur andalan yang sangat diandalkan oleh pihak RIM.
Jiak dihitung ke waktu peluncuran yang tersisa satu setengah bulan lagi, langkah yang dilakukan oleh vendor asal Kanada ini dianggap oleh sebagian pengamat sebagai awal momentum untuk kebangkitan kembali Blackberry.
Hal tersebut dikarenakan, banyak pihak yang telah merasa skeptis terhadap langkah RIM dalam mengusung produknya untk bersaing di segmen yang saat ini telah banyak pemainnya.
Read More >>

1 Juta Orang Belgia Tonton TV Pariwisata Indonesia

Ilustrasi seorang perempuan menonton televisiHal itu menunjukkan tingginya minat masyarakat Belgia dan sekitarnya terhadap Indonesia sebagai destinasi wisata

Tercatat hampir sejuta tepatnya sebanyak 749.783 orang menonton program promosi pariwisata Jawa produksi "Vlaamse Radio-en Televisieomroeporganisatie (VRT)" yang ditayangkan di stasiun TV Belgia pada akhir pekan.
Saat diputar ulang pada keesokan harinya program promosi pariwisata yang dikemas dalam acara "Vlaanderen Vakantieland" dengan judul "Exotisch Java" (Bagian I) tersebut pun masih menarik minat 421.011 orang penonton.
Hal itu menunjukkan tingginya minat masyarakat Belgia dan sekitarnya terhadap Indonesia sebagai destinasi wisata mereka, kata Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa Arif Havas Oegrosenoi, Kamis (20/12).
Dubes Havas mengatakan tingginya pemirsa Belgia menunjukkan minat wisata warga Belgia ke semua titip wisata Indonesia. Jabar memiliki daya tarik khas yang memadukan wisata sejarah , arsitektur dan keindahan alamnya.
Dalam tayangan tersebut, pembawa acara Thomas Vanderveken memulai perjalanannya dengan mengunjungi kawasan kota tua di Jakarta, dilanjutkan dengan kunjungan ke Kebun Raya Bogor.
Di kota Bogor, ia berkeliling melihat keindahan kota tersebut, termasuk peninggalan bersejarah. Perkebunan teh di kawasan Gunung Mas menjadi destinasi selanjutnya dimana Vanderveken berbincang-bincang dengan ibu-ibu yang bekerja sebagai pemetik daun teh.
Setelah berkunjung ke Bandung dan kembali melihat-lihat peninggalan bersejarah di kota tersebut, Thomas Vanderveken melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta dengan menumpang kereta api.
Di dalam kereta api, ia bertemu dan berbincang-bincang dengan beberapa wisatawan yang menyampaikan pengalaman wisata mereka di Indonesia dan kekaguman atas keindahan alam Indonesia.
Film yang mendokumentasikan perjalanan Thomas Vanderveken di Jawa ini dapat dilihat secara online di http://www.een.be/programmas/vlaanderen-vakantieland/exotisch-java-deel-1 setelah ditayangkan di layar kaca.
Bagian kedua Exotisch Java yang menceritakan tentang perjalanan Thomas Vanderveken di Yogyakarta dan tempat-tempat lain di Jawa akan ditayangkan pada hari Sabtu (22/12) dan Minggu (23/12) di program Vlaanderen Vakantieland yang ditayangkan oleh stasiun TV En.
Produksi program promosi tersebut merupakan kerjasama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia di Brussel, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (sekarang Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), pemerintah provinsi, tour operator Indonesia dan VRT.

Read More >>

Pemerintah Kaji Jadikan Inalum BUMN Sendiri

Pabrik karbon Inalum, Asahan, Sumatra Utara.Indonesia adalah negara produsen bauksit terbesar keenam di dunia, namun pengolahan bahan baku utama bauksit menjadi alumina hingga kini belum ada di Indonesia


Pemerintah tengah menjajaki untuk menjadikan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru pasca berakhirnya kerja sama dengan Nippon Asahan Aluminium (NAA) pada 2013 mendatangh. Opsi lain adalah bergabung dengan BUMN lain.
"Ada beberapa opsi, bisa berdiri menjadi BUMN atau bergabung dengan BUMN yang sudah ada," kata Dirjen Kerja Sama Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Agus Tjahajana, di Jakarta, Jumat (21/12).
Menurut Agus, saat ini pemerintah masih mengkaji opsi-opsi tersebut. Namun dia mengisyaratkan jika Inalum akan dijadikan BUMN atau perusahaan sendiri, sehingga berdampak positif.
"Jika berdiri sendiri, Inalum bisa fokus mengembangkan bisnisnya dalam memproduksi 'aluminium ingot'. Berbeda jika menjadi anak usaha BUMN lain karena pengembangan bisnisnya harus disesuaikan," kata dia.
Meski demikian, kata dia, jika bergabung dengan BUMN lain tetap memberikan dampak positif. Jika bergabung dengan PT Aneka Tambang Tbk misalnya, lanjut Agus, maka Inalilm bisa bersinergi ke sektor hulu alumina. Apalagi, saat ini Aneka Tambang tengah mengembangkan pabrik pengolahan dan permurnian (smelter) bauksit menjadi alumina.
Alumina adalah komoditas hasil pengolahan dari bauksit sekaligus menjadi bahan baku industri aluminium hulu dengan produknya 'aluminium ingot'.
"Indonesia adalah negara produsen bauksit terbesar keenam di dunia, namun pengolahan bahan baku utama bauksit menjadi alumina hingga kini belum ada di Indonesia," ujarnya.
Agus menambahkan, bauksit justru diekspor ke berbagai negara dan Inalum masih mengimpor alumina dari Australia. "Dengan Aneka Tambang memproduksi alumina maka Inalum akan mudah mendapatkan bahan baku," katanya.
Pemerintah sebelummnya menyatakan sudah menyiapkan dana sebesar Rp7 triliun untuk mengambil alih Inalum pada tahun 2013 sesuai dengan kesepakatan dengan Jepang.
Hingga semester I-2012, Inalum mencatatkan penurunan laba bersih. Rata-rata laba Inalum per bulan pada paruh pertama 2012 hanya US$2 juta, terkoreksi tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, US$10 juta per bulan.

Read More >>

Sponsor

Pengikut