Sponsor

Tampilkan postingan dengan label OlahRaga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OlahRaga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Desember 2012

Mata Siap Rebut Trofi Piala Dunia Antarklub

YOKOHAMA - Chelsea sukses melaju ke babak final usai mengalahkan Monterrey dengan skor 3-1 pada babak semifinal Piala Dunia Antarklub, Kamis (13/12/2012). Juan Mata pun mengaku siap untuk mendapatkan trofi perdana itu bagi Chelsea di musim ini.

Dalam laga tersebut Mata ikut menyumbangkan satu gol untuk The Blues, yang kemudian ditambah oleh Fernando Torres dan gol bunuh diri Darvin Chavez pada babak kedua. Monterrey sendiri memperkecil kedudukan lewat gol Aldo de Nigris.

Kemenangan ini pun membuat Mata merasa senang, pasalnya ia memandanga trofi ajang ini sangatlah penting. Oleh karena itu, Mata mengaku timnya akan lebih fokus kembali hingga meraih kemenangan pada babak final nanti.

"Kami senang karena berhasil menang. Ini adalah trofi yang kami anggap penting. Kami ingin menjadi juara dunia dan pada Minggu (16/12), kami akan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan trofi ini," ujar Mata, seperti dilansir BBC.

"Pada babak kedua, kami amat fokus untuk mendapatkan lebih banyak gol dan kami berhasil mendapatkannya. Jadi, ini adalah hasil yang bagus," sambungnya.

Pada babak final nanti, skuad asuhan Rafael Benitez ini akan menghadapi wakil dari Brasil, Corinthians. Mata sendiri melihat pertandingan final nanti bukanlah hal mudah, pemain asal Spanyol ini menilai Corinthians sebagai tim yang hebat.

"Kami memiliki kepercayaan diri untuk menang Minggu nanti. Tapi, kita semua tahu, Corinthians adalah tim yang amat bagus dan akan ada banyak suporter mereka di sini. Tapi, kami pun juga memiliki suporter kami sendiri. Ini akan menjadi pesta sepak bola," pungkasnya.
Read More >>

Mencari Juara Sejati Piala AFF 2012

 VIVAbola - Partai puncak Piala AFF Suzuki Cup 2012 mempertemukan dua kekuatan besar yaitu Thailand kontra Singapura. Laga final nanti bakal mempertaruhkan siapakah raja Asia Tenggara sebenarnya.

Laga final yang akan digelar 19 dan 22 Desember 2012 nanti sangat spesial bagi kedua tim. Pasalnya, Thailand dan Singapura saat ini sama-sama jadi pengoleksi gelar juara Piala AFF terbanyak. Tiga trofi juara Asia Tenggara sudah berhasil disandang kedua tim.

Thailand mendulang tiga gelar juara mereka di empat gelaran awal Piala AFF, yang kala itu masih bernama Tiger Cup. Label juara pada kejuaran pertama tahun 1996 berhasil mereka rebut lalu diikuti pada tahun 2000 dan 2002.

Nama-nama "menakutkan" seperti Kiatisuk Senamuang, Warrawoot Srimaka, dan Totchtawan Sripan tentu sudah tidak asing di kuping pencinta sepakbola tanah air. Gol-gol mereka membuyarkan impian Indonesia untuk menggondol trofi juara di gelaran tahun 2000 lalu satu edisi berikutnya.

Singapura sendiri sukses merebut gelar juara pertama mereka pada tahun 1998. Gol tunggal Sasi Kumar menundukan harapan tuan rumah, Vietnam. Gelar kedua dan ketiga berhasil mereka rebut secara beruntun di tahun 2004 dan 2007.

Kala itu proyek naturalisasi Singapura tengah merebut sukses. Daniel Bennet, Agu Casmir, Itimi Dickson dan Mustafic Fachrudin berhasil dikombinasikan dengan Muhammad Ridhuan dan Noh Alam Shah. Bahkan Singapura sukses mempermalukan Thailand pada laga final 2007.

Sapu Bersih
Bermain di Grup A, Thailand tampil sempurna di depan pendukungnya sendiri. Memukul Filipina 2-1, tim asuhan Winfried Schafer semakin menggila pada dua laga berikutnya. "Kuda hitam" Myanmar dilumat empat gol tanpa balas, sebelum menundukan favorit juara lainnya, Vietnam, dengan skor meyakinkan 3-1.

Tiket semifinal pun berhasil mereka amankan dengan torehan sembilan poin yang mereka rebut. Di empat besar, Malaysia. Tapi penampilan Thailand tetap stabil pada laga-laga krusial tersebut.

Sempat tertinggal 0-1 oleh gol Noorshahrul Idlan Talaha, Teerasil Dangda sukses menyamakan kedudukan untuk membuat Thailand di atas angin pada leg pertama. Pada laga kedua di Supachalasai Stadium, tuan rumah tak terbendung.

Bermain ketat pada babak pertama, Thailand diuntungkan saat Malaysia dipaksa bermain dengan 10 pemain jelang babak pertama usai setelah Fadhli Shas diusir wasit. Teerasil dan Theerathon Bunmathan akhirnya mengamankan jalan buat Thailand dan memupuskan harapan Malaysia merebut gelar keduanya secara beruntun.

Jika Thailand melaju mulus nyaris tanpa gangguan, beda ceritanya dengan Singapura. Tim asuhan Radojko Avramovic itu sempat terpeleset saat menghadapi Indonesia di laga Grup B. Gol Andik Vermansyah di penghujung laga sempat membuat The Lions terancam tidak lolos.

Tapi setelah mengumpulkan 6 poin, hasil menang 3-0 atas Malaysia dan 4-3 atas Laos, akhirnya Singapura bisa kembali melangkah ke semifinal setelah gagal di edisi Piala AFF 2008.

Di laga semifinal yang mempertemukan Filipina bukan laga mudah buat Singapura. Rizal Memorial Stadium ternyata sanggup menahan determinasi anak-anak Singapura. Skor 0-0 bertahan sampai leg pertama usai. Beruntun buat Singapura, Khairul Amri, muncul sebagai penyelamat di Jalan Besar Stadium pada laga kandang. Keunggulan tipis ini cukup buat Singapura untuk melaju ke final.

Teror Singapura
Nama-nama macam Kiatisuk atau Warrawoot memang sudah lama mundur dari sepakbola internasional Thailand. Tapi tongkat estafet "The War Elephants" berhasil diraih oleh penyerang Muangthong United, Teerasil Dangda. Ia adalah katalis dari permainan Thailand pada Piala AFF 2012 ini.

Kehebatan Teerasil terendus oleh juara Inggris saat ini, Manchester City, pada 2007 saat mantan perdana menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, mengambil alih klub tersebut. Meski tidak pernah tampil secara resmi bersama City, pria yang baru menginjak 24 tahun itu sempat mengecap kerasnya Liga Utama Swiss bersama Grasshopper dimana ia mencetak tujuh gol dalam 15 laga.

Pulang dari petualangannya di Eropa, Teerasil kembali memperkuat Muangthong pada 2009. Peformanya semakin meroket saat tampil di musim 2011 dan 2012. Total 48 gol ia bukukan dalam 74 laganya di dua musim tersebut. Bahkan di musim 2012, 25 gol yang Teerasil cetak membuat dirinya memecahkan rekor topscorer Liga Thailand yang sudah bertahan 14 tahun oleh Ronnachai Sayomchai.

Penampilan memukau terus ditunjukan oleh Teerasil pada Piala AFF 2012 ini. Lima gol telah dicetak oleh pemilik nomor 10 tersebut. Gol-gol krusial di babak semifinal pun dicetak berkat kehebatan teknik Teerasil. Tandukan mautnya pada leg pertama, lalu penyelesaian matang di leg kedua, memaksa Malaysia gigit jari.



Head-to-head Singapura Vs Thailand:
Piala Tiger 1996: Singapura 0-1 Thailand
Piala AFF 2007: Final Leg Pertama, Singapura 2-1 Thailand
Piala AFF 2001: Final Leg Kedua, Thailand 1-1 Singapura
Read More >>

Clattenburg, Calon Wasit PD yang Kontroversial

BUKAN Juan Mata, Fernando Torres, Robin van Persie atau Wayne Rooney yang paling mendapat sorotan pada Big Match Premier League antara Chelsea dan Manchester United, Minggu (28/10) malam tadi. Tapi, dia adalah Mark Clattenburg, sang pengadil pertandingan yang membuat beberapa keputusan kontroversial.

Pada laga yang berakhir 3-2 untuk kemenangan United tersebut, tercatat ada tiga keputusan Clattenburg yang membuat para pendukung The Blues maupun Setan Merah mengernyitkan dahi.

Pada menit ke-50, bola hasil tendangan Antonio Valencia mengenai tangan bek Chelsea, David Luiz -yang sedang berada di dalam kotak penalti. Namun, Clattenburg tidak mengindahkan hal tersebut dan tetap melanjutkan pertandingan. Jelas, kerugian besar bagi United yang sedang menggebu-gebu mencetak gol ketiga.

Berikutnya, pada menit 68, striker The Blues, Fernando Torres, yang tersungkur akibat dihadang Jonny Evans justru dihadiahi kartu kuning kedua -yang otomoatis membuatnya dikartu merah karena sebelumnya telah mengoleksi kartu kuning- oleh Clattenburg. Dalam pandangan Clattenburg, mantan striker Liverpool itu diving.

Keputusan tersebut memang masih bisa diperdebatkan. Namun yang pasti, hal itu merugikan tuan rumah -yang sebelumnya telah kehilangan Branislav Ivanovic, juga akibat terkena kartu merah. Chelsea akhirnya terpaksa bermain dengan 10 pemain, padahal mereka sedang mengincar satu gol lagi untuk bisa membungkus kemenangan.

Terakhir, yang paling krusial, terjadi pada menit ke-75 saat Clattenburg mengesahkan gol ketiga United yang dicetak Chicharito. Gol itu menjadi kontroversial karena dalam tayangan ulang, striker kebangsaan Meksiko itu terkesan dalam posisi offside. Gol tersebut pula yang memastikan The Blues harus menelan kekalahan pertamanya di musim ini

Tidak adil memang jika menyalahkan Clattenburg seorang. Pasalnya, pria berusia 37 tahun itu juga didampingi oleh dua asisten yang membantu pekerjaannya dalam memimpin laga. Tapi, Clattenburg juga mempunyai beberapa catatan minor saat memimpin pertandingan di Premier League, sebagaimana dikutip Dailymail.

Januari 2005, Clattenburg “menggagalkan” gol jarak jauh gelandang Tottenham Hotspur, Pedro Mendes ke gawang United. Saat itu, kiper United, Roy Carroll memang berhasil menghalau bola masuk ke gawangnya. Namun dalam tayangan ulang, tampak jelas bahwa bola telah melewati garis gawang.

Pada Oktober 2007, saat memimpin Derby Merseyside, Clattenburg memberi kartu merah kepada bek kanan Everton, Tony Hibbert, setelah sempat berdiskusi dengan kapten Liverpool Steven Gerrard. Ia juga tidak menunjuk titik putih setelah Jolen Lescott dilanggar di kotak penalti. Akibat hal-hal tersebut, Clattenburg tidak memimpin pertandingan Everton selama lima tahun.

Desember 2009, Clattenburg memberi kartu merah pada Craig Bellamy saat memimpin pertandingan antara Bolton dan Manchester City. Saat turun minum, ia menghampiri bench City dan berkata “Kok bisa, Anda bekerja dengannya (Bellamy) selama sepekan penuh?” Bagaimanapun, hal tersebut membuat kredibilitasnya sebagai seseorang yang (semestinya) netral jadi berkurang.

Pada Oktober 2010, ia mengesahkan gol ‘unik’ Nani pada pertandingan United melawan Spurs. Kiper Spurs, Huerelho Gomes menganggap terjadi tendangan bebas karena hakim garis mengangkat bendera tanda offside. Namun, ternyata Clattenburg tak meniup peluit dan Nani pun dengan mudah menceploskan bola yang siap ditendang oleh Gomes.

Sebagai catatan tambahan, terakhir kali Clattenburg memimpin pertandingan United -sebelum melawan Chelsea semalam- adalah ketika Setan Merah dibantai 1-6 oleh Manchester City di Old Trafford, Oktober tahun lalu. Saat itu, kartu merah pun keluar dari saku Clattenburg, dan diberikan kepada bek United, Jonny Evans.

Di luar lapangan, Clattenburg juga pernah pernah dihinggapi masalah. Pada Januari 2009, wasit yang mengeluarkan 10 kartu merah pada musim 2007/08 itu sempat diberhentikan oleh PGMO (badan perwasitan di Inggris) setelah diduga mengirimkan email ancaman kepada rekan bisnisnya. Saat itu, ia memiliki utang sebesar 175 ribu pound.

Memang, tidak ada satu pun manusia yang luput dari kesalahan, termasuk para pengadil pertandingan seperti Clattenburg. Tapi yang jelas, saat ini kinerja Clattenburg tengah dimonitor oleh FIFA, karena diharapkan bisa menjadi salah satu wasit yang memimpin laga Piala Dunia 2014 di Brasil.
Read More >>

Rekor 40 Tahun Muller Akhirnya Dipatahkan Messi

Selebrasi Messi usai mencetak dua gol ke gawang Betis yang membuatnya memecahkan rekor 85 gol milik Gerd Muller

SEVILLE - Setelah sempat tertunda akibat cedera, Lionel Messi akhirnya menuntaskan ambisinya mematahkan rekor gol legenda Jerman, Gerd Muller. Dua golnya ke gawang Real Betis mentasbihkan Messiah sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu tahun kalender.

Messi pemecahan rekor yang telah bertahan selama 40 tahun ini, sebenarnya sudah diusung Messi saat Barca menjamu Benfica di Liga Champions, tengah pekan kemarin. Namun, pada laga tersebut, Messi gagal mewujudkannya karena dia harus ditarik keluar lantaran mengalami cedera.

Namun, ambisi tersebut akhirnya terealisasikan setelah bomber 25 tahun tersebut mencetak dua gol untuk membantu Barca menang 2-1 atas Real Betis pada lanjutan La Liga, Senin (10/12/2012) dini hari WIB. Dengan demikian, Messi kini mengoleksi 86 gol dari 66 laga yang dimainkannya sepanjang tahun 2012. Jumlah ini masih bisa bertambah mengingat kalender tahun ini masih menyisakan 21 hari.

Messi mengawali torehan golnya di 2012 saat membukukan dua gol ke gawang Osasuna di ajang Copa Del Rey. Setelah itu, ayah dari Thiago Messi ini rutin mencetak gol.

Diantaranya adalah 20 kali mencetak dua gol, sembilan kali hattrick, dan yang paling fenomenal adalah ketika mencetak lima gol saat Barca menang 7-1 atas Bayer Leverkusen di Liga Champions. Messi pun tercatat sebagai pemain pertama yang sukses mencetak lima gol dalam satu laga).

Muller sendiri memegang rekor 85 gol dalam 60 laga yang dimainkannya pada tahun 1972. Dalam membukukan rekor tersebut, Muller mengemas 42 gol dalam 34 laga Bundesliga, untuk kemudian membantu Bayern Munich menjuarai Liga Jerman pada 1971-1972 dan kemudian mempertahankannya di musim 1972-73.

Striker berjuluk Der Bomber ini juga menjadi actor utama dibalik sukses Jerman Barat menjuarai Piala Eropa.1972. Dua golnya (total 4 gol) di final membawa Jerman barat menang 3-0 atas Uni Soviet.
Read More >>

Kamis, 13 Desember 2012

Prediksi Bursa Taruhan Inggris Soal Arsenal & Masa Depan Wenger

Arsene Wenger holds both the League and the FA Cup trophies at a victory parade in London. (Foto: Reuters)

LONDON – Sejumlah bursa taruhan di Inggris beramai-ramai memberikan prediksi tentang masa depan Arsene Wenger dan Arsenal di sejumlah kompetisi. Mereka memperkirakan bahwa peluang Arsenal mengangkat trofi musim ini terbilang tipis.

Itu artinya harapan The Gunners serta para fans mengakhiri puasa gelar yang menimpa klub mereka tercinta selama tujuh musim masih akan terus berlanjut.

Arsenal melakoni kompetisi musim ini dengan torehan yang cukup mengecewakan. Di pentas Premier League misalnya, Arsenal hanya mampu meraih enam kali kemenangan dan seri, serta menderita empat kali kekalahan.

Hasil tersebut memaksa Arsenal tertahan di posisi tujuh klasemen sementara Premier League, dan terpaut 15 poin dari pemuncak klasemen Manchester United. Ini merupakan catatan terburuk The Gunners selama masa kepelatihan Wenger. Pasalnya, hingga matchday ke-16, Arsenal belum juga masuk jajaran The Big Four Premier League.

Pun di ajang Liga Champions, Arsenal hanya mampu lolos sebagai runner-up Grup B (juara grup, Schalke) dengan koleksi 10 poin. Dalam enam laga, Theo Walcott dkk meraih tiga kemenangan, satu seri, dan dua kali kalah.

Melepas sejumlah pemain bintang dalam dua musim terakhir, Cecs Fabregas, Samir Nasri, Alex Song, dan Robin van Persie merupakan kesalahan terbesar manajemen Arsenal. Hasilnya? The Gunners tak lagi kompetitif di setiap turnamen yang dilakoni.

Terakhir, anak asuh Arsene Wenger dipermalukan klub divisi dua, Bradford City melalui drama adu penalti di ajang Capital One, Rabu (12/12) dini hari kemarin. Kekalahan tersebut menjadi tolak ukur bagaimana peluang Arsenal di pentas Premier League, FA Cup, dan Liga Champions selanjutnya.

Para pesaing Arsenal di tiga kompetisi itu pun terbilang berat. Apabila dihubungkan dengan tren inkonsisten Meriam London, tak mengherankan apabila bursa taruhan di negeri Ratu Elizabeth itu mengestimasi puasa gelar The Gunners akan berlanjut.

Bursa taruhan William Hill misalnya, memberikan prediksi 4/6 bahwa Arsenal takkan berpeluang menjadi kampiun musim ini apabila Wenger masih menjadi menjadi pelatih. Bahkan bursa taruhan Inggris lainnya memprediksi 4/1, pelatih asal Prancis itu takkan lagi menjadi arsitek musim depan, khususnya apabila Wenger kembali gagal mempersembahkan satu gelar musim ini, seperti dilansir Goal, Kamis (13/12/2012).
Read More >>

Madrid Dipermalukan Celta Vigo

VIGO - Real Madrid secara mengejutkan kalah oleh Celta de Vigo dengan skor 2-1 pada leg pertama babak 16 besar Copa Del Rey, Kamis (13/12/2012) dini hari WIB. Dua gol kemenangan Celta de Vigo dicetak oleh Mario Bermejo dan Bustos.

Bermain di Estadio de Balaidos, Madrid memang mendapatkan perlawan yang cukup ketat dari tim tuan rumah. Madrid sendiri baru bisa memperkecil kedudukan pada menit ke-87 lewat Cristiano Ronaldo.

Madrid sendiri bisa membalaskan kekalahan ini pada 9 Januari mendatang. Pada leg kedua tersebut giliran El Real yang menjamu Celta Vigo di markas mereka, Santiago Bernabeu.

Jalannya Pertandingan:
Sejak kickoff babak pertama dimulai, pasukan Celta Vigo langsung berinisiatif melakukan serangan ke daerah kubu El Real. Sayang, usaha tim tuan rumah masih gagal menjadi gol.

Read More >>

Rabu, 31 Oktober 2012

Casillas Grogi Jumpa Sang Idola

Kiper dan kapten Spanyol Iker Casillas menantikan pertemuan dengan idola yang juga penjaga gawang Italia, Gianluigi Buffon.

GDANSK, KOMPAS.com - Spanyol memulai petualangannya di Ukraina dan Polandia untuk mempertahankan mahkota Piala Eropa. Iker Casillas pun sedikit grogi bakal berjumpa dengan sang idola, Sabtu (10/6/2012) malam.

Gianluigi Buffon disebut Casillas sebagai teladan bagi setiap pesepak bola. Keduanya akan saling adu kemampuan sebagai kiper top di jagat lapangan hijau.

Casillas baru berusia 19 tahun ketika memenangi trofi Liga Champions 2000. Sementara Buffon baru menginjak 23 tahun ketika dibeli Juventus pada 2001. Banderol kiper termahal di dunia senilai 53 juta euro (lebih dari Rp 600 miliar) ketika Gigi --sapaan Buffon-- didaratkan Juve dari AC Parma.

Pelan tapi pasti, Casillas mengungguli sang idola di arena internasional dengan meraih gelar kampiun Euro 2008 dan Piala Dunia 2010. Bahkan, ia menorehkan rekor kemenangan internasional dalam 95 partai plus clean sheet dalam 73 laga. Tapi, Casillas tetap rendah hati.

"Gigi adalah pemain berkepribadian hebat. Ia menjadi teladan bagi seluruh pemain," sebutnya.

Sebenarnya, Buffon lebih tua tiga tahun ketimbang Casillas. Namun, kiper Madrid itu mengangggap kompatriotnya itu beruntung dapat cepat melesat sebagai salah satu dari lima penjaga gawang terbaik di dunia.

"Aneh sebenarnya, karena jajaran kiper top selalu berubah, namun nama Gigi selalu berada di antaranya. Trofinya pun sudah beragam, mulai Piala Dunia 2006 bersama Italia, juga Piala Italia dan Super Italia bersama Juventus," sambung Casillas.

Bagi seluruh dunia, nama Buffon menurut Casillas sudah melegenda.

"Terutama buat saya, sebuah masa indah dapat menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan bersama seorang kiper besar," kata Casillas lagi.

Yang dimaksudnya siapa lagi kalau bukan Gianluigi "Super Gigi" Buffon.
Read More >>

Merahnya Rekor "La Furia Roja"

Bomber Spanyol Fernando Torres (kiri), gelandang Andres Iniesta (tengah), dan bek Sergio Ramos tengah berlatih di Gdansk, Jumat (9/6/2012).

GDANSK, KOMPAS.com - Tak terkira rekor Spanyol jelang partai pembuka Euro 2012. Wajar jika "La Furia Roja" dinobatkan sebagai kandidat terkuat juara di Ukraina dan Polandia.

* Spanyol kini mengantongi 14 pertandingan turnamen resmi tanpa pernah kalah. Kekalahan terakhir adalah saat ditekuk Swiss 0-1 pada 16 Juni 2010. Dalam 14 partai uji coba, "Armada Matador" sempat kalah empat laga dalam 14 partai persahabatan.

* Juanfran belum pernah tampil di laga kompetitif bagi Spanyol. Ia melakukan debut tim senior saat Spanyol menang uji coba melawan Serbia pada 26 Mei lalu.

* Cesc Fabregas tak pernah bermain sejak pinggangnya xedera di final Copa Del Rey pada 25 Mei lalu.

* Dua andalan Barcelona terpental dari skuad nasional: Carles Puyol (cedera lutut) dan David Villa (patah kaki).

* Spanyol --minus para pemain Chelsea, Barcelona, dan Athletic Bilbao-- menjalani pemusatan latihan di Schruns, Austria mulai 22 Mei lalu. Juan Mata dan Fernando Torres baru bergabung pada 26 Mei dan sehari setelahnya skuad 23 pemain dirilis secara resmi. Spanyol tiba di markas Euro 2012 di Gniewino pada 5 Juni lalu.

* Skuad Spanyol berisi 12 pemain yang menjuarai Euro 2008: ker Casillas, Raúl Albiol, Andrés Iniesta, Xavi Hernández, Fernando Torres, Fàbregas, Santi Cazorla, Xabi Alonso, Sergio Ramos, Álvaro Arbeloa, David Silva, dan Pepe Reina.

* Casillas, Xavi, Alonso, dan Torres juga anggota skuad Euro 2004. Bagi Casillas, Euro 2012 adalah putaran final Piala Eropa keempatnya. Sebuah rekor nasional telah ditorehkannya.

* Casillas mencatatkan rekor internasional clean sheet saat Spanyol meladeni Serbia pada 26 Mei lalu. Ia mengalahkan raihan kiper Belanda Edwin van der Sar. Casillas juga sudah merayakan cap ke-92-nya ketika "La Furia Roja" menebas Republik Korea 4-1 pada 30 Mei.
Read More >>

Fabregas Selamatkan Spanyol

Striker Italia, Antonio Di Natale (kiri) menaklukkan kiper Spanyol, Iker Casillas, dan membawa Italia unggul 1-0 pada penyisihan Grup C Piala Eropa 2012, Minggu (10/6/2012). Namun, Spanyol akhirnya memaksa Italia mengakhiri pertandingan dengan skor 1-1 lewat gol Cesc Fabregas.

GDANSK, KOMPAS.com - Juara Bertahan Piala Eropa, Spanyol, dipaksa bermain imbang 1-1 oleh Italia dalam laga perdana Grup C Piala Eropa 2012 di Stadion Arena Gdansk, Polandia, Minggu (10/6/2012). Sempat tertinggal lebih dulu, "La Furia Roja" akhirnya menyamakan kedudukan berkat gol Cesc Fabregas.

Sejak menit-menit awal, Spanyol berinisiatif mengambil serangan lebih dulu. "La Furia Roja" tampak sabar memainkan bola di lapangan tengah sambil mencari celah untuk membongkar pertahanan Italia. Pada menit ke-11, Silva mendapat kesempatan, tetapi tendangannya di depan gawang masih lemah, sehingga mudah diantisipasi kiper Gianluigi Buffon.

Italia bukan tanpa serangan. Pada menit ke-22, menerima umpan terobosan dari tengah, Antonio Cassano menusuk ke kotak penalti dan melepaskan tendangan keras. Sayang, usahanya masih belum membuahkan hasil karena bola menyamping tipis ke kanan gawang Casillas.

Sementara Spanyol sendiri tampak kesulitan menembus rapatnya barisan "Gli Azzurri" yang dipimpin oleh Girogio Chiellini. Tidak dimainkannya striker murni memengaruhi ketajaman lini depan Spanyol. Beberapa kali usaha yang dilakukan Andres Iniesta, Xavi, dan David Silva selalu mampu dipatahkan cukup baik oleh barisan belakang Italia.

Pada menit ke-35, Italia kembali mengancam. Sulit menembus barisan pertahanan Gerrard Pique dan kawan-kawan, gelandang Claudio Marchisio melakukan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti. Akan tetapi, Cassilas tampil cukup sigap menahan bola tendangan keras pemain Juventus tersebut.

Memasuki akhir babak pertama, Spanyol terus menekan. Namun, barisan pertahanan Italia tampil dengan konsentrasi tinggi sehingga membuat sejumlah usaha mereka sia-sia. Italia pun kembali mendapat peluang emas melalui Thiago Motta pada menit ke-45. Dia sukses menyundul bola ke gawang Spanyol. Sayang, usahanya masih mampu dipatahkan Casillas.

Selepas turun minum, tempo permainan kedua tim meningkat. Italia lebih dulu mendapat kesempatan emas setelah Mario Balotelli mampu mencuri bola dari Sergio Ramos pada menit ke-53. Akan tetapi, striker Manchester City itu tampak grogi meski sudah bebas berhadapan dengan Casillas. Ramos pun dengan sigap mencuri bola, sebelum Balotelli berusaha menendangnya ke arah gawang.

Menyia-nyiakan peluang emas itu, Balotelli pun ditarik keluar dan digantikan oleh Antoni Di Natale. Pilihan Pelatih Cesare Prandelli itu pun tepat, karena Di Natale mampu membawa timnya unggul pada menit ke-61. Mendapat umpan matang dari Andrea Pirlo, ia kemudian melakukan tendangan terarah ke pojok kiri gawang Spanyol yang tak mampu dihalau Casillas. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Italia.

Akan tetapi, gol itu tidak bertahan lama. Tiga menit berselang, Spanyol mampu menyamakan kedudukan 1-1 melalui Cecs Fabregas pada menit ke-64. Berawal dari kerja sama apik di lini tengah, Iniesta memberikan umpan ke Silva. Melihat pergerakan Fabregas, Silva kemudian memberikan umpan terobosan akurat yang tidak disia-siakan Fabregas untuk menaklukan kiper Italia, Gianluigi Buffon.

Setelah gol itu, kedua kubu silih berganti melakukan serangan yang cukup membahayakan barisan pertahanan masing-masing tim. Di Natale hampir saja menambah golnya pada menit ke-77, jika bola tendangannya tidak melebar ke sisi kanan gawang Spanyol. Begitupun dengan Spanyol yang mengancam  berkat aksi Fernando Torres. Sayang, tendangan chip pemain Chelsea itu masih di atas mistar gawang Buffon.
Hingga menit-menit akhir Spanyol masih ngotot untuk menambah gol. Namun, sejumlah peluang yang didapat masih belum mampu dikonversikan menjadi gol, karena barisan pertahanan "Gli Azzurri" tampil cukup rapat. Hingga wasit meniup peluit panjang skor 1-1 pun tidak berubah.

Menurut catatan UEFA, sepanjang babak pertama Spanyol menguasai bola sebanyak 60 persen dan menciptakan sembilan peluang emas dari 16 usaha. Adapun Italia melepaskan enam tembakan akurat dari 10 kali percobaan.

Susunan Pemain:
Spanyol: 1-Iker Casillas, 15-Sergio Ramos, 3-Gerard Piqué, 18-Jordi Alba, 17-Álvaro Arbeloa, 16-Sergio Busquets, 14-Xabi Alonso, 8-Xavi, 6-Andrés Iniesta, 10-Cesc Fábregas (9-Fernando Torres 74), 21-David Silva (22-Jesus Navas 65).

Italia: 1-Gianluigi Buffon, 16-Daniele De Rossi, 19-Leonardo Bonucci, 3-Giorgio Chiellini, 5-Thiago Motta, 21-Andrea Pirlo, 8-Claudio Marchisio, 13-Emanuele Giaccherini, 2-Christian Maggio, 10-Antonio Cassano (20-Giovinco 64), 9-Mario Balotelli (11-Di Natale 56).
Read More >>

Dikejutkan Spanyol, Pirlo Lega dan Puas

Gelandang Italia Andrea Pirlo mengeksekusi tendangan bebas saat melawan Spanyol di Stadion Gdansk Arena, Polandia. 
 
GDANSK, KOMPAS.com - Gelandang tim nasional Italia, Andrea Pirlo mengaku puas dengan hasil imbang 1-1 dengan Spanyol di laga perdana Grup C Piala Eropa, Sabtu (10/6/2012). Pasalnya, pemain Juventus ini menilai laga melawan "La Furia Roja" bukanlah pertandingan mudah bagi tim mana pun.

Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 tersebut, Pirlo menilai Spanyol tampil luar biasa. Apalagi, tim asuhan Vicente Del Bosque tersebut sejak menit awal tidak diperkuat oleh striker murni, seperti Fernando Torres, Alvaro Negredo maupun Fernando Llorente.

"Saya terkejut dengan (sistem permainan) Spanyol. Mereka tidak menurunkan penyerang dan beberapa kali mereka memang bermain seperti ini. Untungnya kami bermain baik. Saya memberi nilai laga ini tujuh angka dari sepuluh," ujar Pirlo.

Setelah menjalani laga ini, "Gli Azzurri" selanjutnya akan menantang Kroasia pada Kamis (14/6/2012) dan Irlandia pada Selasa (19/6/2012). Menurut Pirlo, hasil imbang itu merupakan modal baik untuk lolos ke babak selanjutnya.

"Pertandingan ini memberikan kami kepercayaan diri lebih besar untuk menjalani dua laga mendatang," tegas Pirlo.
Read More >>

Jasa Enrique Memundurkan De Rossi

Daniele De Rossi (kiri) bertindak sebagai bek saat Italia melawan Spanyol di laga Grup C Piala Eropa 2012, Minggu (10/6/2012). Ia takmpak mencoba menghentikan laju pemain Spanyol, Andres Iniesta.

WARSAWA, KOMPAS.com - Penampilan gemilang Daniele De Rossi sebagai bek tengah timnas Italia saat melawan Spanyol pada laga Grup C Piala Eropa 2012, Minggu (10/6/2012) yang berakhir 1-1, banyak dipuji orang. Menurut De Rossi, ini tak lepas dari peran pelatih asal Spanyol, Luis Enrique. Maka, ia berterima kasih kepadanya.

Italia memang krisis bek tengah, apalagi setelah Andrea Barzagli cedera. Sebab itu, Pelatih Cesare Prandelli terpaksa memasang De Rossi sebagai bek tengah bersama Giorgo Chiellini. Padahal, dia sebenarnya berposisi sebagai gelandang bertahan. Meski begitu, penampilan De Rossi memuaskan dan membuat pertahanan Italia tetap rapat.

Menanggapi berbagai pujian, De Rossi menyatakan bahwa ini tak lepas dari peran mantan pelatihnya di AS Roma, Luis Enrique. Pelatih asal Spanyol itulah yang mula-mula menempatkan dirinya sebagai bek tengah pada awal musim 2011-12 lalu, juga karena alasan krisis bek.

"Aku ingin berterima kasih kepada Prandelli karena memberi kepercayaan kepadaku berperan seperti ini (bek tengah). Tentu, secara khusus aku berterima kasih kepada Luis Enrique yang pertama melihat diriku bisa berperan sebagai defender. Aku sudah pernah bermain sebagai bek tengah, tapi tak pernah melawan tim sekuat itu (Spanyol)," jelas De Rossi kepada harian olahraga Italia, Corriere dello Sport.

"Prandelli tak ingin menempatkan defender murni (di posisi bek tengah), tapi menempatkan gelandang yang bisa membantu pertahanan dan juga serangan. Ia pun akhirnya memilih diriku," ungkapnya.

De Rossi juga mengaku heran pada pertandingan itu Spanyol tak memasang striker murni sejak awal. "Kami sempat bercanda bahwa tak akan ada striker, tapi ini tak membuat kami cemas. Ketika (Fernando) Torres diturunkan, kami mendapat banyak masalah," jelas De Rossi.
Read More >>

City: Rp 375 M untuk De Rossi

Gelandang Italia Daniele De Rossi bertarung dengan gelandang dan kapten Inggris Steven Gerrard dalam laga perempat final Euro 2012 di Stadion Olimpiade Kyiv, Minggu (24/6/2012). Penampilan De Rossi di Euro 2012 membuat Roberto Mancini kian tertarik meminangnya.
MANCHESTER, KOMPAS.com - Manchester City masih "lapar". Klub kosmopolitan itu diberitakan media Italia telah memberikan pinangan resmi ratusan miliar untuk Daniele De Rossi.

Akibat tampil impresif di Euro 2012, City kepincut dengan De Rossi. Seperti dikutip Football Italia, "Manchester Biru" memberikan pinangan 25 juta pounds (sekitar Rp 375 miliar) agar AS Roma mau melepas gelandang serbabisa tersebut. Sudah menjadi rahasia umum jika Pelatih City Roberto Mancini adalah pengagum De Rossi sejak dulu.

Koran "Negeri Spageti", La Stampa, rumor transfer De Rossi itu timbul di pusat latihan City di Innsbruck, Austria.

De Rossi sendiri baru saja memperpanjang kontrak dengan "Serigala Roma". Kesepakatan baru itu akan menahannya hingga Juni 2017.

Namun, hal itu tak menghalangi City. "The Citizens" akan menguji loyalitas De Rossi dengan iming-iming tampil di Liga Champions musim ini. Berat, karena Roma di bawah Zdenek Zeman tak lolos ke satu pun kompetisi antarklub Eropa.
Read More >>

Roma Siap Jual De Rossi, City Menanti

ROMA, KOMPAS.com - AS Roma siap menjual gelandang bertahan Daniele De Rossi jika ada tawaran yang menarik. Kabar itu langsung disambar Manchester City yang dikabarkan siap membeli dengan harga 32 juta euro (sekitar Rp 372,9 miliar).

City sebenarnya sudah berusaha membeli De Rossi, saat dia belum memperpanjang kontrak. Meski De Rossi akhirnay setuju memperpanjang kontraknya di Roma, namun dia akan tetap dijual.

Jika City benar-benar bersedia membayar 32 juta eurio, Roma kemungkinan bersedia melepaskannya. "Dia (De Rossi) tak dijual. Tapi, jika Daniele datang dan menyatakan ingin pergi atau jika ada klub yang berani membayar mahal, kami tak akan menolaknya. Ini harus dipertimbangkan," kata Direktur Olahraga Roma, Walter Sabatini.

"Itu bukan berarti kami sudah tak menginginkan Daniele. tapi, setidaknya kami akan membicarakannya. Roma tak bisa dilepaskan dari kenyataan bahwa kepindahan pemain mungkin sangat perlu untuk mempertahankan keseimbangan finansial,"
Read More >>

Lupakan Van Persie, Mancini Fokus kepada Chelsea

MANCINI, KOMPAS.com - Pelatih Manchester City, Roberto Mancini, mengaku tak gembira dengan performa manajemen klubnya di bursa transfer musim panas ini. Meski begitu, ia mengaku tak terlalu memusingkan masalah itu karena City punya agenda pertandingan Community Shield melawan Chelsea, di Villa Park, 12 Agustus mendatang.

"Kami hanya punya 20 hari sebelum bursa transfer ditutup dan menurut saya, kami tak berpeluang mendapatkan (Robin Van Persie). Namun, saya tak ingin bicara lebih banyak lagi mengenai pemain. Pikiran saya sekarang tertuju pada pertandingan melawan Chelsea. Sekarang, saya harus memikirkan pertandingan itu," aku Mancini.

Melawan Chelsea, menurut Mancini, City tidak akan diperkuat Micah Richards dan Gareth Barry. Sementara Richards absen karena cedera pergelangan kaki, Gareth Barry absen karena cedera pinggul.

Selain itu, Mancini mengisyaratkan tidak akan menjadikan Mario Balotelli dan David Silva sebagai starter, mengingat keduanya bermain hingga final di Piala Eropa 2012.

"Mario dan David sangat sibuk musim panas ini. Mereka perlu waktu lebih banyak. Mereka mungkin akan ada di kursi cadangan," ujar Mancini.

"Micah Richards, saya pikir, hanya akan absen pada pertandingan ini saja. Ia mengalami cedera pergelangan kaki ringan. Gareth Barry, saya tak tahu. Saya berharap ia hanya akan absen tiga atau empat pekan, atau satu bulan. Saya tak tahu," tambahnya.

City akan tampil di Community Shield sebagai juara Premier League 2011-2012. Adapun Chelsea tampil sebagai juara Piala FA.

City menutup Premier League musim lalu dengan 89 poin, atau hanya unggul selisih gol dengan Manchester United (MU) di tempat kedua. Menurut Mancini, MU merupakan favorit juara Premier League 2012-2013.

"Menurut saya, United adalah favorit musim ini. Namun, Anda perlu meningkatkan diri. Kami tim muda dan perlu berkembang, setiap bulan, setiap tahun," ulas Mancini.

"Saya yakin dengan pemain saya karena kami menjuarai liga dan juga karena musim lalu, kami mengalahkan tim fantastis seperti United,"
Read More >>

City Kehilangan Barry dan Richards

MANCHESTER, KOMPAS.com - Gareth Barry dan Micah Richards bakal absen dalam laga Community Shield melawan Chelsea di Stadion Villa Park, Minggu (12/8/2012).

Barry (31) gagal memulihkan kondisi kebugarannya dari cedera pinggang yang juga membuat absen dari Euro 2012. Cedera itu merupakan bagian dari operasi hernia yang dilakukan bulan lalu. Barry berharap dapat pulih jelang Premier League 2012/13 yang akan dimulai pada 18 Agustus mendatang.

Sementara bek sayap Richards mendapatkan cedera engkel ketika memperkuat Britania Raya saat dikalahkan Korea Selatan lewat drama adu penalti di perempat final Olimpiade London 2012.

Problem "The Citizens" masih belum selesai. BBC memberitakan kapten Vincent Kompany tak sepenuhnya fit akibat betisnya bermasalah. Meski diragukan, bek Belgia itu optimistis akan fit saat melawan "The Blues" besok.

Kompany dikirim pulang ke Inggris, setelah otot betisnya tertarik ketika menjalani laga pramusim City di Asia.

Dua pemain andalan "Manchester Biru" lainnya yang juga finalis Euro 2012, David Silva dan Mario Balotelli, akan memulai laga Community Shield pertamanya dari bangku cadangan.
Read More >>

Tahun Micah Richards Berakhir

 Bek Manchester City, Micah Richards, ditandu ke luar lapangan setelah mengalami cedera pada pertandingan lawan Swansea City, Sabtu (27/10/2012). Akibat cedera itu, Richards harus istirahat 4 bulan.

MANCHESTER, KOMPAS.com - Pukulan berat harus diterima Manchester City. Defender andalan mereka, Micah Richards, tak bisa lagi bermain di sisa tahun 2012. Ia harus istrirahat selama empat bulan setelah menjalani operasi lutut kanannya, atau baru bisa bermain lagi pada Februari 2013.

Richards mengalami cedera saat membela City melawan Swansea City, Sabtu (27/10/2012). Pada pertandingan itu, City dipaksa menyerah 0-1.

"Hal positif adalah, cedera itu sudah ditangani dengan baik, sehingga lututku akan menjadi membaik seperti lutut baru," kata Richards di situs resmi Manchester City.

"Aku harus menggunakan penguat di lutut dan harus memakai penyangga. Aku tak bisa melakukan apa pun dalam empat sampai enam minggu ke depan. Mungkin, aku harus istirahat dalam 12 sampai 16 pekan sebelum bisa tampil kembali," jelasnya.

Pada pertandingan itu, Richards memang tampak kesakitan dan harus ditandu ke luar. Menurutnya, begitu lututnya bermasalah, ia langsung merasa akan menghadapi cedera berat.

"Dalam pertandingan itu, aku langsung tahu bahwa itu cedera serius. Lututku seolah terkunci dan tak bisa kuluruskan," ujarnya.

"Aku pikir cedera itu tak bisa disembuhkan. Aku berpikir positif saja. Cedera adalah bagian dari pekerjaan. Aku akan bekerja sekeras mungkin agar bisa kembali bermain secepatnya. Aku juga berterima kasih kepada suporter yang telah menyampaikan doa dan dukungannya," 
Read More >>

Sponsor

Pengikut