Sponsor

Tampilkan postingan dengan label Kumpulan cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan cerpen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Februari 2012

Relevankah Pemberian Gelar Raja Batak Bagi SBY?

Relevankah Pemberian Gelar Raja Batak Bagi SBY?
Oleh : Drs. Osberth Sinaga, M.Si


Bekelompok massa yang masih cinta dengan nilai-nilai habatahon (keBatakan) melakukan aksi protes dan long march di tugu Raja Sisingamangarja XII Medan dengan tujuan yang sama, "tolak gelar Raja Batak bagi SBY.

Sebuah pertanyaan yang sangat sederhana muncul kemudian, mengapa mereka menolak memberikan gelar itu pada pemimpinnya? Apa yang salah dengan pemberian gelar tersebut? Tentu mereka punya alasan yang logis yang bisa dipertanggungjawabkan secara sosial dan moral kepada nilai budaya keBatakan.

Apa yang dilakukan oleh sekelompok massa tersebut dalam pandangan saya sebagai akademisi adalah sesuatu aksi yang natural dan tidak punya maksud apa-apa. Tujuannya hanya satu, menjaga nilai–nilai kearifan lokal sebagai pedoman hidup bagi masyarakat. Adanya wacana pemberian gelar Raja Batak pasca peresmian museum Batak sedunia kepada SBY di Balige memang patut kita sayangkan. Setidaknya argumentasi yang dibangun pun bisa diterima oleh publik, bahwa penganugerahan gelar tersebut sarat dengan kepentingan politis.

Memberikan gelar tentu tidak sembarangan. Sebagai contoh yang sangat sederhana, untuk mendapat gelar kesarjanaan prosesnya saja sangat ketat dan rumit. Ada proses perkuliahan, ujian semester, mengerjakan skripsi, sampai pada tahap meja hijau dan wisuda. Semua proses itu harus dilalui baru berhal mendapatkan gelar kesarjanaan. Dapat kita lihat prosedural yang ditempuh sangat ketat dan itu adalah upaya menempa mental mereka agar kelak bisa menajdi manusia pekerja keras dan bermental dengan baik dalam aktivitas kehidupan mereka.

Kemudian kita dapat melihat, untuk meraih gelar Nobel prosesnya lebih hebat dan lebih keras lagi. Prestasi yang membawa manfaat bagi kehidupan adalah prasyarat mutal yang bisa ditawar-tawar. Peraih nobel adalah orang-orang pekerja keras yang terus bergelut dalam satu bidang dan bidang itu membawa kebaikan bagi masyarakat atau dunia. Muhammad Yunus misalnya dari Bangladesh meraih nobel ekonomi karena berhasil membantu perekonomian masyarakat miskin di Banglades melalui Graamen Banknya. Yunus dengan segala upaya jerih payahnya mampu membantu ribuan masyarakat miskin Bangladesh. Inilah cikal bakal Yunus memperoleh gelar nobel ekonomi.

Di Myanmar kita pernah mengenal sosok Aung Sang Suu Ky yang tanpa lelah berjuang untuk proses perdamaian dan demokratisasi di Myanamr. Penjara dan ancaman militer bukan sesuatu yang menakutkan bagi Suu Ky. Kemudian Aung Sung Suu Ky berhasil memperoleh gelar nobel perdamaian. Kemudian Amartya Sen berhasil meraih nobel ekonomi dengan konsep pembangunannya. Sen mengemukakan perlunya memperhatikan hak asasi manusia dalam pembangunan ekonomi. Konsep kebebasan dalam ekonomi sangat perlu agar masyarakat bisa sejahtera. Teori Amartya Sen ini sangat ampuh dalam membangun masyarakat dan digunakan oleh pemerintahan India.

Dari nama-nama peraih gelar nobel di atas dapat kita lihat tindakan mereka sangat berguna bagi kemanusiaan dan tidak ada motif-motif yang lain. Semunya itu atas dasar kasih dalam menolong sesama. Hati nurani lebih ditonjolkan daripada keuntungan finanasial semata. Gelar tentu bukan tujuan mereka, tujuan mereka adalah bagaimana supaya sesama dapat hidup lebih layak dengan kesejahteraan yang lumayan. Walaupun pada saat yang bersamaan tindakan mereka menjadi titik tolak mendapatkan hadian nobel sebagai penghargaan dari Alfred Nobel.

Mental Feodalisme

Kembali dalam konteks pemberian gelar Raja Batak kepada SBY, apa urgensinya dengan pembangunan budaya Batak? Apakah pemberian ini sebagai bentuk dari bangkitnya kembali mental feodalisme pada era Orde Baru dimana setiap berjumpa dengan pemimpin selalu melakukan pendekatan asal bapak senang (ABS). Setidkanya definisi raja harus kembali kita pahami dalam kultur Batak. Dalam masyarakat Batak Toba misalnya semua marga atau paling kecil semua person adalah anak ni raja dan boru ni raja. Artinya secara teritorial, raja di tanah Batak yang diartikan dalam semua marga tidak punya wilayah dan kekuasaan.

Panggilan raja dalam masyarakat Batak lebih kental nuansa kulturnya dengan tujuan saling menghormati sesama. Seseorang dipanggil Raja tidak lebih hanya untuk memberikan penghormatan yang tinggi dan pada hakikatnya semua orang Batak adalah anak Raja. Jadi Raja dalam kultur orang Batak jangan diterjemahkan sebagai seorang pimpinan, itu lebih dekat dengan penghormatan.

Berarti dalam tradisi budaya Batak Toba misalnya toleransi sangat tinggi. Kehidupan mereka lebih banyak di atur dengan adat dalihan natolu. Dalihan natolu ini dalam budaya Batak Toba ada unsur. Hula-hula, dongan tubu, dan boru. Semuanya itu akan mengalami rotasi. Artinya semua orang Batak Toba suatu saat akan bisa menajdi hula-hula, dongan tubu, dan boru. Ini adalah bentuk kesetaraan dimana semua saling menghormati.

Tatanan dalihan natolu ini harus kembali dipertahankan oleh orang Batak. Kita bukan tidak setuju dengan simbolis pemberian Raja Batak kepada SBY. Ini akan sangat melukai hati masyarakat Batak Toba. Parahnya lagi pemberian itu karena kepentingan politis dari pihak tertentu. Janganlah kita mengorbankan nilai kebudayaan yang punya falsafah yang sangat tinggi hanya karena kekuasaan. Ditengah –tengah kritik kepada SBY karena permasalahan bangsa yang sangat besar dan menuntut ketegasan SBY, saatnya kita berpikir jernih dan mengkaji ulang pemberian gelar itu.

Menghormati pemimpin adalah wajib hukumnya, tetapi menyanjung pemimpin setinggi langit tentu menjadi masalah besar. Bahkan dengan mengorbankan nilai-nilai Ke- Batakan yang punya nilai kemanusiaan yang tinggi. Siapapun dalam kultur budaya Batak pasti disebut dengan Raja, itu panggilan raja tujuannya untuk menghormati dan bukan memuji-muji.

Menolak pemberian gelar Raja Batak kepada SBY adalah tindakan yang bijak. Relevansinya dengan pembangunan budaya Batak Toba juga tidak ada. Dalam hal ini pemimpin bisa belajar kepada peraih gelar hadiah nobel. Mereka tidak pernah bercita-cita meraih gelar hadiah nobel tetapi nobel itu datang sendiri karena prestasi mereka mengangkat nilai-nilai kemanusiaan. Kalau SBY mampu membawa negeri ini kearah yang lebih baik, sejahtera secara ekonomi, hukum tegak, kemiskinan nihil, adanya jaminan hidup maka semua suku akan berlomba untuk memberikan gelar budaya pada SBY. Ini tidak, bangsa kita terus dirundung masalah yang jauh dari nilai keadilan dan nilai kemanusiaan.

Penulis adalah: Dosen FIS UNIMED Medan/ Ketua PKMI I Medan/Ketua Umum Sinaga Sedunia dan Ketua Umum ISDA Se-Indonesia.
Link:
http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=83571%3Arelevankah-pemberian-gelar-raja-batak-bagi-sby&catid=78%3Aumum&Itemid=131
Read More >>

Sangkamadeha Pohon Kehidupan Orang Batak

Salam Sitorus,

Pohon "Sangkamadeha" diartikan sebagai pengekspresian hidup dan kehidupan manusia dalam dunia nyata dengan segala kebanggaan dirinya. Sangkamadeha merupakan penggambaran pohon kehidupan pemberian sang pencipta (Mulajadi Nabolon) kepada manusia.

Sejak muda hingga tua, pohon ini tumbuh tegak lurus dan tajuknya "sundung" (menuju) langit. Hidup di dunia dalam pertengahan usia adalah perkembangan sangat subur dan optimal, berkaya-nyata untuk dirinya dan orang lain.

Menurut Budayawan dari kabupaten Toba Samosir, Monang Naipospos, hasangapon, hagabeon dan hamoraon, adalah gambaran kesuburan yang dinikmati atas karunia Sang Khalik.

Sementara itu pemerhati budaya, Baginda Sahat Napitupulu yang tinggal di Malaysia menilai, orang Batak zaman dulu, cukup genius. Sebab, mereka mampu menggambarkan serta merumuskan tentang pohon kehidupan.

Banyak filosopi yang dapat dimaknai dari sangkamadeha yang mengambarkan posisi kita sebagai orang batak. Apakah terkategori `napogos`, `parsaetaon`, `naduma`, `paradongan` dan `namora/harajaon`.

Silakan klik http://oase.kompas.com/read/2010/10/06/0154592 /Sangkamadeha.Pohon.Kehidupan.Orang.Batak  untuk mengetahui sebagian budaya Batak.


Horas Mejuah-Juah,
jhonny sitorus
Read More >>

Mari Mengenal Mangohal Holi

Salam Sitorus,

Bagi sebagian masyarakat Batak, prosesi adat Mangohal Holi (baca: Mangokkal Holi), merupakan salah satu rangkaian budaya yang diwariskan oleh leluhur.

Masyarakat Batak Toba percaya bahwa kematian bukan akhir perjalanan hidup seseorang. Namun, justru tahap mencapai kesempurnaan. Upacara pemindahan kerangka nenek moyang ke tempat pemakaman yang lebih megah ini, sebagai simbol keberhasilan keluarga. Makin megah dan mahal makam, makin tinggi status sosial keturunan tersebut.

Biasanya, pengambilan tulang jenasah dipimpin anak perempuan tertua. Kemudian, kerangka itu dibersihkan adik perempuan mendiang dengan air jeruk purut.

Berdasarkan keyakinan orang Batak, ketika kerangka mendiang disentuh cahaya mentari, pada saat itulah, hidup kembali di tengah-tengah keluarga. Lubang makam pertamanya pun segera ditutup dengan pohon pisang. Itulah masa terakhir mendiang berhubungan dengan dunia sebelum dikuburkan kembali di tempat termulia bagi jiwanya yang disebut tondi.

Upacara dilanjutkan dengan memohon petunjuk mengenai nasib keturunan mendiang. Sekelompok orang diutus untuk memasuki hutan. Mereka membwa sesaji berupa beras, sirih, dan uang dalam sampit daun pandan yang disebut sagu-sagu. Kelompok itu bertugas mencari Borotan atau penambat kerbau persembahan dari kayu sari marnaek yang berasal dari pohon lalas. Mereka juga harus menemukan sejumlah pohon lain yang dipercaya sebagai perlambang berkah dan rezeki.

Pohon lalas pun tiba. Kedatangan mereka disambut gembira karena dikabarkan arah tebangan pohon lalas menghadap ke timur. Itu pertanda baik bagi keturunan mendiang.

Ketika pagi menjelang, kerbau persembahan segera digiring ke Borotan. Langkah kaki dan tindak-tanduknya diamati dengan seksama. Bila kurban dapat digiring dengan mudah, semua menjadi lega. Sebab, itu berarti kehidupan keturunan mendiang akan lurus dan diberkahi rezeki yang cukup. Kerbau kurban menggunakan kaki kiri dalam langkah awal. Itu menunjukkan hidup garis keturunan perempuan akan lebih makmur.

Kini, tulang kerangka mendiang kembali dipersiapkan. Tulang mendiang yang telah meninggal 20 tahun silam ini dibungkus kain putih dan diletakkan di atas nampan. Nampan tadi dijunjung anak perempuan tertua untuk disemayamkan di peristirahatan terakhirnya.

Kemudian pewaris adat mendiang ditetapkan. Tongkat adat warisan keluarga turun temurun diserahkan pada cucu lelaki tertua dari anak lelaki mendiang. Inilah puncak perayaan Mangohal Holi. Hajatan diakhiri dengan menari tor tor penuh suka cita ke dalam rumah. Setiap orang menari tor tor dan saling menyentuh wajah menyatakan pengormatan, dan cinta kasih.

Keesokan harinya, kerbau di Borotan pun disembelih. Sebagian daging dibagikan pada para raja adat. Sisanya dimasak sebagai hidangan penutup pesta yang disebut Sipitu Dai. Sempurnalah sudah ekspresi kegembiraan keluarga. Pesta ini menyiratkan semangat bahwa kematian tidak harus selalu dihadapi dengan kemuraman.


Horas Mejuah-Juah,
jhonny sitorus
Read More >>

Senin, 31 Oktober 2011

Cerita pendek tapi Lucu

Kecepetan
Cerpen Lucu - Ada seorang preman yg sangat sekali jahat suka mencuri, memperkosa, meminum-minuman keras. suatu hari dia bertemu seorang ustad dan berkata"pak ustad... saya ini preman, saya tahu dosa saya banyak namun, saya tidak yakin saya akan mampir ke neraka" ucapnya angkuh.                   
"loh kenapa anda tidak yakin ?..." tanya sang ustad bingung.
" karena saat saya melewati jembatan shirathall musthakim karena neraka letaknya dibawah surga pada saat malaikat melempar saya dan sangat benci dengan tingkah laku saya, mereka terlalu kencang melempar dan akhirnya nerakanya kelewatan dan saya malah masuk 

Pesawat TNI sialan
Cerpen Lucu - 
Sebuah Pesawat TNI terbang tidak seimbang karena kebanyakan muatan. "Buang beberapa barang" perintah komandan. mereka membuang pistol."Lagi!" lalu mereka membuang sniper."Lagi!" lalu mereka membuang rudal. Akhirnya pesawat dapat dikendalikan kembali. Saat mereka naik mobil, mereka melihat anak kecil menangis."Dik, kenapa menangis?" tanya seorang tentara. "Aku kejatuhan pistol."kata anak tersebut. Lalu mereka melihat anak yang menangis lebih keras."Dik, kenapa menangis?" tanya tentara lain."Aku kejatuhan sniper" kata anak tersebut. Lalu mereka melanjutkan perjalanan dan melihat anak lagi. Kali ini dia tidak menangis. Si anak malah tertawa."hahahahaha" tawa anak itu."Dik, kenapa tertawa? apa yang lucu?" tanya komandan. "Tadi aku bersin dan rumah itu meledak" kata anak tersebut.

Orang Arab, Jawa, ama Amerik
Cerpen Lucu - 
Ada orang jawa(bejo), orang arab(Hasan), dan orang amerika(Jack). Mereka bertiga naik pesawat bersama-sama. Pada saat setelah makan siang, jack mengeluarkan uang 100 US dollar, digunakan untuk membersihkan mulut, lalu dibuang. Bejo kaget bukan main. "Kenapa kamu buang duit 100 dollarmu itu?" tanya bejo. Jack menjawab," Amerika kan kaya, masih banyak dollar.". Lalu bejo melirik ke Hasan. Hasan mengeluarkan minyak wangi yang masih baru dan penuh, menyemprotkanya ke dada sedikit, lalu dilempar ke luar pesawat. Bejo kaget lagi," Lho!!?? Kenapa kamu buang tuh minyak? kan isinya masih banyak?" tanya bejo. Hasan menjawab," Arab kan kaya, masih banyak minyak! malah bagi orang2 sana, air lebih berharga dari minyak!" jawab Hasan. Lalu bejo tak mau kalah. Dia lempar orang keturunan Betawi disampingnya ke luar pesawat. Kali ini Hasan dan Jack yang jantungnya nyaris copot." Lho!!?? kenapa kamu buang orang betawi tadi?? Kan kasihan?" tanya Hasan. " Tenang aja! Indonesia kaya banget kok! Masih banyak, orang betawi yang hidup disana." Jawab Bejo
 
 alhamdulilah namanya
Cerpen Lucu - 
alkisah pada tahun 2000, di kota malang ada seseorang yang memelihara kuda mulai kecil. Nama kuda itu adalah alhamdulilah, kuda itu sangat penurut, apa bila di panggil langsung datang, kalau di suruh berjalan , tinggal ucab alahamdulilah langsung tancap, kalo mau berhenti tinggal ucap astaufirloh,langsung berhenti. mungkin karna di rawat sejak kecil dan latihan yang rutin. pada saat di taman bunga di daerah tretes, dia bertemu dengan temannya. " askum.... gmn kabarnya, kudanya bagus bangeeet.."? "baik... ia nie kuda penurut, tinggal ucab hamdalah dia akan berangkat, dan kalau mau berhenti tingal ucab istifar". " aku boleh nyobak gak" " ohh.. monggo..." sang teman mulai mengucabkan hamdalah untuk menjalankannya. "alhamdulilah berangkatlah kuda" dia merasa bosan karna kudanya jalannya terlalu pelan, dia memukul kuda supaya berjalan lebih cepat ,tapi belum brhasil juga, sampai sampai dia memukul dan mengucapkan alhamdullah dengan keras. "PLAK..... ALHAMDULLLIILAHH......" kua itu berjalan dengan cepat ,sampai-sampai orang itu tidak bisa mengendalikanya, di depan terlihatlah jurang yang sangat dalam , karna sangat gugub orang itu lupa kata-kata untuk memberhentikannya, semua kata-kata keluar dari mulutnya. "ALLAH'.kuda belum berhenti. "ROSULALLAH." kuda itu masih belum bisa berhenti. " INALILAH." kuda itu masih tak mau behenti. Dia sudah putus asa , dia mengucapkan istifar untuk yang terakhir kalinya. " ASTAUFIRLOH." Tiba-tiba kuda itu berhenti pas di depan jurang itu, orang itu sangat senang, dia mengucapkan puji syukur kepada Allah. "Alhamdulilah ya Allah kau masih menolongku". karna ucapanya itu, kuda tiba-tiba berjalan dan....dan ,,.. pembaca pasti tau apa kelanjutanya? AYO APA???
 
'Anak' dalam Celana
Cerpen Lucu - 
Suatu ketika di pemberhentian sebuah Bis, naiklah seorang Ibu muda yang tengah hamil kurang lebih 5 bulan...
Namun Ibu muda ini merasa agak kesal setelah naik Bis tsb. karena Bis telah penuh...namun tiba2 ia punya ide >gmna klo dia minta kursi sama seorang Pemuda tanggung yg ada di dekatnya<
kemudian ia berkata kepada pemuda tsb.
" Boleh ga saya minta tempat duduknya Mas? kalo cuma saya sih ga apa2, tapi Anak dalam perut nie kasihan!!" katanya dengan agak manja dan sedikit memelas...
"Ehhhmmm" gumam si Pemuda tsb sambil berdiri memberikan tempat duduknya kepada si Ibu muda
tak lama kemudian Pemuda ini sambil berdiri dekat Si ibu muda menyalakan rokoknya. alhasil perbuatannya menuai protes dari si ibu muda
"Boleh ga Rokoknya dimatikan? kalo cuma saya sih ga apa2, tapi Anak dalam perut nie kasihan!!"
Dengan muka masam Pemuda tsb kembali memenuhi permintaan Si ibu muda ini sambil menggerutu dalam hati (uuuuggh sudah dikasih tempat duduk, ngelarang orang ngerokok lagi)gumamnya.
Tiba-tiba bis berhenti mendadak berhenti membuat seluruh penumpang tersentak & kaget termasuk Pemuda dan ibu muda yg sedang dalam cerita ini, gkgkgkgk
Saking tersentaknya si ibu muda tersebut sampai2 Daster yang ia pakai tersingkap hingga bagian pangkal pahanya. si pemuda meliat hal itu sebagai ajang balas dendam dengan berkata
Mbak, boleh gak tuh paha ditutupin!kalo cuma saya sih ga apa2, tapi Anak dalam celana nie kasihan!!"
Read More >>

Kisah Dengan Ibu Muda

Sebut saja namaku Dandy 30 tahun, 170/65 berparas seperti kebanyakan orang pribumi dan kata orang aku orangnya manis, atletis, hidung mancung, bertubuh sexy karena memang aku suka olah raga. Aku bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan besar di kota Surabaya dan statusku married. Perlu pembaca ketahui bahwa sebelum aku bekerja di Surabaya ini, aku adalah tergolong salah satu orang yang minder dan kuper karena memang lingkungan keluarga mendidik aku sangat disiplin dalam segala hal. Dan aku bersyukur sekali karena setelah keluar dari rumah (baca:bekerja), banyak sekali kenyataan hidup yang penuh dengan aEswarna-warniaEt serta aEspernah-pernikaEtnya.
Kisah ini berawal terjadi sebagai dampak seringnya aku main chatting di kantor di saat kerjaan lagi kosong. Mulai muda aku adalah termasuk seorang penggemar sex education, karena buat aku sex adalah sesuatu yang indah jika kita bisa menerjemahkannya dalam bentuk visualnya. Dan memang mulai SD, SMP sampai SMA hidup aku selalu dikelilingi cewek-cewek yang cakep karena memang aku bisa menjadi aEspanutanaEt buat mereka, itu terbukti dengan selalu terpilihnya aku menjadi ketua osis selama aku menempuh pendidikan.
Kembali pada ceritaku, dunia chatting adalah aE~accsesaE? untuk mengenal banyak wanita dengan segala status yang mereka miliki; mulai ABG, mahasiswi, ibu muda sampai wanita sebaya, di luar jam kantor. Dan mulai dari sinilah aku mulai mengenal apa itu aEskehidupan sex having funaEt.
Suatu hari aku chatting dengan menggunakan nickname yang menantang kaum hawa untuk pv aku, hingga masuklah seorang ibu muda yang berumur 32 tahun sebut saja namanya Via. Via yang bekerja di salah satu perusahaan swasta sebagai sekretaris dengan paras yang cantik dengan bentuk tubuh yang ideal (itu semua aku ketahui setelah Via sering kirim foto Via email aku). Kegiatan kantor aku tidak akan lengkap tanpa online sama dia setiap jam kantor dan dari sini Via sering curhat tentang kehidupan rumah tangganya. Karena kita berdua sudah sering online, Dia tidak segan-segan menceritakan kehidupan sex nya yang cenderung tidak bisa menikmati dan meraih kepuasan. Kami berdua share setiap kesempatan online atau mungkin aku sempatkan untuk call dia.
Hingga suatu hari, kami putuskan untuk jumpa darat sepulang jam kantor, aku lupa tanggal berapa tapi yang pasti hari pertemuan kami tentukan bersama hari JumaE?at. Setelah menentukan dimana aku mau jemput, sepulang kantor aku langsung kendarai mobil butut starletku untuk meluncur di tempat yang janjikan. Dengan perasaan deg-deg an, sepanjang perjalanan aku berfikir secantik apakah Via yang usianya lebih tua dari aku 2 tahun. Dan pikiranku terasa semakin amburadul ketika aku bener-bener ketemu dengan Via. Wow! Aku berdecak kagum dengan kecantikan Via, tubuhnya yang sexy dengan penampilannya yang anggun membuat setiap kaum adam berdesir melihatnya. Tidak terlihat dia seorang ibu muda dengan 3 orang anak, Via adalah sosok cewek favorite aku. Mulai dari wajahnya, dadanya, pinggulnya dan alamak.. pantatnya yang sexy membuat aku menelan ludahku dalam-dalam saat membayangkan bagaimana jika aku bisa bercinta dengan Via.
Tanpa pikir panjang dan menutupi kegugupan aku. Aku memancing untuk menawarkan pergi ke salah satu motel di sudut kota (yang aku tahu dari temanku). Sepanjang perjalanan menuju hotel, jantungku berdetak kencang setiap melirik paras Via yang cantik sekali dan aku membayangkan jika aku dapat menikmati bibirnya yang tipis.. Dan sepanjang itu juga aEsadik kecilkuaEt mulai bangkit dari tidurnya. Tidak lama sampailah kami di salah satu Motel, aku langsung memasukan mobilku kedalam salah satu kamar 102.
Didalam kamar aku sangat grogi sekali bertatapan dengan wajah Via..
aEsMet kenal Dandy,aEt Via membuka obrolan.
aEshey Via..,aEt aku jawab dengan gugup.
Aku benar-benar tidak percaya dengan yang aku hadapi, seorang ibu rumah tangga yang cantik sekali, sampai sempat aku berfikir hanya suami yang bego jika tidak bisa menyayangi wanita secantik Via.
Kami berbicara hanya sekedar intermezo saja karena memang kami berdua tampak gugup saat pertemuan pertama tersebut. Sedangkan jantungku berdetak keras dibareng aEsadik kecilkuaEt yang sudah meronta ingin unjuk gigi.
aEsDandy meskipun kita di sini, tidak apa-apakan jika kita tidak bercinta,aEt kata Via.
Aku tidak menjawab sepatah katapun, dengan lembut aku gapai lengannya untuk duduk di tepi ranjang. Dengan lembut pula aku rangkul dia untuk rebahan diranjang dan tanpa terasa jantungku berdetak keras, bagaikan dikomando aku menciumi leher Via yang terlihat sanagt bersih dan putih.
aEsVia kamu sangat cantik sayang..,aEt aku berbisik.
aEsDann.. jangan please..,aEt desahan Via membuat aku terangsang.
Lidahku semakin nakal menjelajahi leher Via yang jenjang.
aEsAkhh Dandy..aEt
Tanpa terasa tanganku mulai nakal untuk menggerayangi payudara Via yang aku rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya.
aEsOoohh.. Danddyy..aEt
Via mulai mengikuti rangsangan yang aku lakukan di dadanya. Aku semakin berani untuk melakukan yang lebih jauh..
aEsVia, aku buka jas kamu ya, biar tidak kusut..,aEt pintaku.
Via hanya mengikuti pergerakan tanganku untuk memreteli jasnya, sampai akhirnya dia hanya mengenakan tanktop warna hitam. Dadaku semakin naik turun, ketika pundaknya yang putih nampak dengan jelas dimukaku. Setelah jas Via terbuka, aku berusaha naik di tubuh dia, aku ciumi bibir Via yang tipis, lidahku menjelajahi bibirnya dan memburu lidah Via yang mulai terangsang dengan aktivitas aku. Tanganku yang nakal mulai menarik tanktop warna hitam dan..
Wow.. tersembul puting yang kencang.. Tanpa pikir panjang aku melepas lumatan di bibir Via untuk kemudian mulai melpeas BH dan menjilati puting Via yang berwana kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat puting Via berdiri dengan kencang.. sedangkan tangan kananku memilin puting Via yang lain nya.
aEsOoohh Danndyy.. kamu nakal sekali sayang..,aEt rintih Via.
Dan saat aku mulai menegang..
aEsTok.. tok.. tok.. room service.aEt Ahh.. sialan pikirku, menganggu saja roomboys ini. Aku meraih uang 50.000-an dikantong kemejaku dengan harapan supaya dia cepat pergi.
Setelah roomboyaE?s pergi, aku tidak memberikan kesempatan untuk Via bangkit dari pinggir. Parfum Via yang harum menambah gairah aku untuk semakin berani menjelajahi seluruh tubuhnya. Dengan bekal pengetahuan sex yang aku ketahui (baik dari majalah, film BF maupun obrolan-obrolan teman kantor), aku semakin berani berbuat lebih jauh dengan Via. Aku beranikan diri untuk mulai membuka CD yang digunakan Via, dan darahku mendesir saat melihat tidak ada sehelai rambutpun di bagian vagina Via. Tanpa berfikir lama, aku langsung menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang vagina Via.
aEsOohh.. Dan.. nikmat.. sayang,aEt Via merintih kenikmatan setiap lidahku menghujam lubang vaginanya dan sesekali menekan kepalaku untuk tidak melepaskan kenikmatan itu. Dan disaat dia sedang menikmati jilatan lidahku, telunjuk jari kiriku aku masukkan dalam lubang vagina dan aku semakin tahu jika dia lebih bisa menikmati jika diperlakukan seperti itu. Terbukti Via menggeliat dan mendesah disetiap gerakan jariku keluar masuk.
aEsAakkhh Dann.. kamu memang pintar sayang..,aEt desah Via.
Disaat kocokkan jariku semakin cepat, Via sudah mulai memperlihatkan ciri-ciri orang yang mau orgasme dan sesat kemudian..
aEsDann.. sayang.. aku nggak tahan.. oohh.. Dan.. aku mau..aEt visa menggelinjang hebat sambil menggapit kedua pahanya sehingga kepalaku terasa sesak dibuatnya.
aEsDaann.. ookkhh.. aakuu keluaarr.. crut-crut-crut.aEt
Via merintih panjang saat clitorisnya memuntahkan cairan kental dan bersamaan dengan itu, aku membuka mulut aku lebar-lebar, sehingga carian itu tidak ada yang menetes sedikitpun dalam mulutku.
Aku biarkan Via terlentang menikmati orgasmenya yang pertama, sambil membuka semua pakaian yang aku kenakan, aku memperhatikan Via begitu puas dengan foreplay aku tadi, itu terlihat dari raut wajahnya yang begitu berbinar-binar. Tanpa memberi waktu panjang, aku segera menghampiri tubuhnya yang masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir ranjang, dan tanpa pikir panjang penisku yang berukuran 19 cm dengan bentuk melengkung, langsung menghujam celah kenikmatan Via dan sontak meringis..
aEsAaakhh.. Dandy..,aEt desah Via saat penisku melesak kedalam lubang vaginanya.
aEsDandyy.. penis kamu besar sekali.. aakkh..aEt
Aku merasakan setiap gapitan bibir vaginanya yang begitu seret, sampai aku berfikir suami macam apa yang tidak bisa merasakan kenikmatan lubang senggama Via ini?
Aku berpacu dengan nafsu, keringatku bercucuran seperti mandi dan menetes diwajah Via yang mulai aku rasakan sangat menikmati permainan ini.
aEsDanddyy.. sudah.. sayang.. akhh..aEt sembari berteriak panjang aku rasakan denyutan bibir vagina mengapit batang penisku. Dan aku rasakan cairan hangat mulai meleleh dari vagina Via. Aku tidak mempedulikan desahan Via yang semakin menjadi, aku hanya berusaha memberikan kepuasan bercinta, yang kata Via belum pernah merasakan selama berumah tangga. Setiap gerakan maju mundur penisku, selalu membuat tubuh Via menggelinjang hebat karena memang bentuk penisku agak bengkok ke kiri.
Tiba-tiba Via mendekap tubuhku erat dan aku tahu itu tanda dia mencapai orgasme yang kedua kalinya. Penisku bergerak keluar masuk dengan cepat dan..
aEsDann.. aku.. mau.. keluarr lagi.. aakk.. Kamu hebat sayang, aku.. nggak tahan..,aEt seiring jertian itu, aku merasakan cairan hangat meleleh disepanjang batang penisku dan aku biarkan sejenak penisku dalam vaginanya.
Sesaat kemudian aku melepas penisku dan mengarahkan ke mulut Via yang masih terlentang. Aku biarkan dia oral penisku.
aEsAhh..,aEt sesekali aku merintih saat giginya mengenai kepala penisku. Disaat dia asik menikmati batang penisku, jariku yang nakal, mulai menelusuri dinding vagina Via yang mulai basah lagi.
aEsCreek.. crekk.. crek..,aEt bunyi jariku keluar masuk dilubang vagina Via.
aEsOhh.. Dandy.. enak sekali sayang..aEt
1.. 2.. 3.. 4.. 5.. jariku masuk bersamaan ke lubang vagina Via. Aku kocok keluar masuk.., sampai akhirnya aku nggak tahan lagi untuk mulai memasukkan penisku, untuk menggantikan 5 jariku yang sudah aEsmemperkosaaEt lubang kewanitaannya.
Dan..
aEsOhh.. sayang aku keluar lagi..aEt
Orgasme yang ketiga diraih oleh Via dalam permainan itu dan aku langsung meneruskan inisiatif menindih tubuh Via, berkali-kali aku masukkan sampai mentok.
aEsAaakhh.. sayang.. enak sekali.. ohh..,aEt rintih Via. Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, menindih Via..
aEsSayang aku boleh keluarin di dalam..,aEt aku tanya Via.
aEsJangan.. aku nggak mau, entar aku hamil,aEt jelas Via.
aEsNggak deh sayang jangan khawatir..,aEt rengekku.
aEsJangan Dandyy.. aku nggak mau..,aEt rintihan Via membuat aku semakin bernafsu untuk memberikan orgasme yang berikutnya.
aEsAkhh.. oohh.. Dandy.. sayang keluarin kamu sayang.. aakkhh..,aEt Via memintaku.
aEsKamu jangan tunggu aku keluar Dandy.. please,aEt pinta Via.
Disaat aku mulai mencapai klimaks, Via meminta berganti posisi diatas.
aEsDanndy aku pengen diatas..aEt
Aku melepas penisku dan langsung terlentang. Via bangkit dan langsung menancapkan penisku dlam-dalam di lubang kewanitaannya.
aEsAkhh gila, penis kamu hebat banget Dandy asyik.. oohh.. enak..,aEt Via merintih sambil menggoyangkan pinggulnya.
aEsAduhh enak Dandy.. aEt
Goyangan pinggul Via membuat gelitikan halus di penisku..
aEsVia.. Via.. akh..,aEt aku mengerang kenikmatan saat Via menggoyang pinggulnya.
aEsDandy.. aku mau keluar sayang..,aEt sambil merintih panjang, Via menekankan dalam-dalam tubuhnya hingga penisku aEshilangaEt ditelan vaginanya dan bersamaan dengan itu aku sudah mulai merasakan klimaks sudah diujung kepala.
aEsVia.. Via.. ahh..aEt
Aku biarkan spermaku muncrat di dalam vagianya.
aEsCroot.. croot..aEt semburan spermaku langsung muncrat dalam lubang Via, tetapi tiba-tiba Via berdiri.
aEsAakhh Dandy nakal..aEt
Dan Via berlari berhamburan ke kamar mandi untuk segera mencuci spermaku yang baru keluar dalam vaginanya, karena memang dia tidak menggunakan pernah menggunakan KB.
Permainan itu berakhir dengan penuh kenikmatan dalam diri kami berdua, karena baru saat bercinta denganku, dia mengalami multi orgasme yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.
aEsDandy, kapan kamu ada waktu lagi untuk lakukan ini semua sayang,aEt tanya Via.
Aku menjawab lirih, aEsTerserah Via deh, aku akan selalu sediakan waktu buatmu.aEt
aEsMakasih sayang.. kamu telah memberikan apa yang selama ini tidak aku dapatkan dari suami aku,aEt puji Via.
aEsDann.. kamu hebat sekali dalam bercinta.. aku suka style kamu,aEt sekali lagi puji Via.
Pertemuan pertama ini kita akhiri dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan dengn kata-kata, dan hanya kami berdua yang bisa rasakan itu. Aku memang termasuk orang yang selalu berusaha membuat pasanganku puas dan aku mempuyai fantasi sex yang tinggi sehingga tidak sedikit abg, mahasiswi dan ibu muda yang hubungi aku untuk sekedar membantu memberikan kepuasan buat mereka.

Sumber : http://ceritahot.jw.lt/cerita/sex10/40
Read More >>

Jumat, 02 September 2011

Cerpen


Ra, aku datang lagi hari ini ke taman yang indah ini. Ya, taman ini indah, semenjak kehadiranmu di sini, bukan karena bunga-bunga dan pohon yang ditanam oleh penjaganya. Namun karena engkau adalah hal terindah dalam hidupku yang akhirnya direnggut oleh waktu dan disemayamkan di sini, tubuh mu jauh dariku, namun cintamu, cinta kita, kini semakin bertumbuh. Aku merindukanmu, dan dari atas sana , atau bahkan mungkin dari sampingku, aku tahu, engkau hadir, meski tak terlihat oleh mataku, namun hatiku merasakan hadirmu. Dalam setiap hembusan semilir angin yang menyejukkan, aku mampu mencium wangi rambutmu yang dulu selalu kubelai, dalam cerahnya mentari pagi, aku merasakan senyum indahmu yang mampu menggelorakan hatiku, dan ketika matahari tenggelam, aku masih saja merasakan hangatnya genggamanmu, sama seperti dulu.  Aku sungguh merindukanmu, sungguh sungguh merindu, hingga terkadang sakit rasanya melihat senyummu di foto pernikahan kita yang tergantung di dinding kamar yang kini kutempati sendiri. Aku menangis dalam kesendirian, bukan karena harus sendiri menghadapi hidup, tapi karena aku merasa belum cukup mengatakan kepadamu betapa aku mencintaimu selama hidup. Aku menangis untuk setiap waktu yang tidak kuhabiskan bersamamu, untuk setiap kesempatan yang ada untuk mengatakan betapa aku mencintaimu, meski aku terkadang tidak mampu mengungkapkannya kepadamu. Aku begitu merindukanmu.

Begitu pula dengan putri kita, yang telah kau hadiahkan kepadaku melalui pengorbanan nyawamu. Aku merasa hampa, merasa tak berguna, karena dari sekian banyak jiwa yang kuselamatkan, aku justru tidak mampu menyelamatkan  hidupku, menyelamatkanmu. Aku yang biasa berjuang melawan maut, menantang kematian dan malaikat-malaikatnya untuk mencegah mereka menyentuh manusia yang berjuang untuk mempertahankan mereka dengan bantuanku sebagai seorang dokter, yang mereka bilang bertangan dingin, malah lunglai tak berdaya, hanya mampu meresapi hatiku yang teriris iris tatkala mereka merenggutmu dariku.
Putri kita hari ini genap berusia setahun, sama seperti kepergianmu ketika engkau membawanya ke dunia ini. Aku tak sempat mengatakan kepadamu betapa kecantikannya sama seperti dirimu, betapa tawanya mampu membuatku terbius dalam rasa syukur, sama seperti ketika aku mendengar tawamu dulu. Kerling matanya pun mampu membuatku tersenyum, menyadari betapa Tuhan telah mengaruniakan aku putri tercantik yang pernah ku kenal, putri kita. Ayrie, aku menamainya, sama seperti yang engkau inginkan, yang kita inginkan. Aku berharap dalam asa, ketika aku ingin engkau juga menggendongnya sama sepertiku, merasakan lembut kulit pipinya, mendengarkan sayup nafasnya ketika ia terlelap, dan bukan hanya itu, aku juga ingin bergantian denganmu kala harus menjaganya di malam hari, ketika ia menangis, karena alasan yang sama yang membuat ayahnya menangis, merindukan hadirmu. Seharusnya ia mencicipi susu darimu, bukan susu formula yang selama ini terpaksa kubeli, yang tidak memiliki kehangatan seorang ibu. Namun ia tampaknya mengerti dengan keterbatasan ayahnnya, bahwa ayahnya yang selama ini dipuja sebagai dokter bertangan dingin tidak mampu memberikannya kasih sayang seorang ibu. Ia terlelap dan tidak rewel, meskipun aku hanya memberikannya susu formula, susu formula yang sekali lagi, tidak memiliki kehangatan seorang ibu. Aku seharusnya belajar darimu bagaiman mengganti popoknya, bagaimana memandikan putri kita. Namun kini aku bahkan sudah begitu mengerti apa yang diinginkan putri kita. Seberapa hangat air yang diinginkannya, seberapa banyak air yang harus kupenuhi di bak mandinya, seberapa lama ia ingin bermain air, sebelum akhirnya aku harus mengeringkan badannya , memakaikannya bedak, dan memakaikannya baju biru muda, warna kesukaanmu, yang entah bagaimana juga menjadi warna kesukaannya. Sering aku terjaga tengah malam, dengan wajah sayu dan mata kurang tidur setelah lelah seharian bekerja, untuk mengganti popoknya yang basah, ataupun untuk membuatkannya sebotol susu, atau sekedar  untuk menggendongnya dan menyanyikan sebuah lagu untuknya. Aku lelah, sangat lelah , tentu saja tak bisa kupungkiri, namun rasa cintaku kepadanya, dan rasa cintaku kepadamu, rasa cinta kita, memampukanku untuk kembali melaksanakan tugasku sebagai ayah. Ya, aku memang ditemani seorang pengasuhnya, dan terkadang neneknya datang menjenguknya, namun aku ingin ia mengerti betapa ayahnya begitu mencintainya, betapa aku ingin selalu berada di dekatnya, seperti yang aku tahu, bahwa engkau juga pasti begitu.

Aku menangis lagi, air mataku menetes membasahi bunga melati yang kutanam untukmu disini. Namun tak apa,  putri kita sedang terlelap, memejamkan matanya dalam pangkuanku. Aku merindukanmu, sungguh merindkuanmu. Dalam setiap malam yang dingin, aku tidur sendiri di ranjang tanpa kehadiranmu, tanpa hangatnya rasa cinta kita. Bukan, bukan kepuasan semata yang kurindukan, namun aku ingin menggenggam tanganmu, mengatakan seluruh kegalauanku sehari ini, yang akan engkau balas dengan senyummu dan kecupan di keningku, dan seketika itu juga bebanku akan hilang, larut ditelan angin.

Tahukah engkau betapa ingin aku bertukar tempat denganmu, betapa aku ingin menghadapnya terlebih dahulu, karena hatiku hancur tatkala aku tak mampu lagi melihat hadirmu. Hatiku hancur tatkala melihat pasienku mampu menyusui bayinya, hal yang tidak diperoleh putriku, putri kita. Sering aku berdoa sendiri di kapel, ,memohon Tuhan untuk selalu menjagamu, memberikanmu surga, sama seperti engkau juga dulu memberikan surga kepadaku dan kepada orang-orang di sekelilingmu. Aku pernah marah dengan Tuhan, kecewa karena ia merenggutmu dariku. Namun akhirnya aku menyadari, Ia mencintaimu lebih dari aku mencintaimu, dan atas setiap keputusannya yang tak mampu kupahami, aku hanya akan percaya dan menyimpannya dalam hati, bahwa segala yang dilakukan-Nya, tentulah berdasarkan c inta kepadamu, kepadaku, kepada putri kita.

Namun, aku tahu, bahwa aku diserahi tanggung jawab untuk membesarkan putri kita, menjadi seorang wanita yang baik, sebaik ibunya.
Kini ia telah genap berusia setahun, seperti yang kukatakan tadi. Ia telah tumbuh dengan sehatnya dengan  segala kelucuannya, tangisnya, tawanya, aku begitu ingin membagi kebahagiaan ini denganmu. Namun aku tetap percaya bahwa engkau ada di samping kami selalu, menjaga cinta kita. Aku membawa kue coklat kesukaanmu dulu, dan kunyalakan sebatang lilin, aku ingin merayakan ulang tahunnya bersamamu. Aku bergembira ketika mengingat hari ini, hari di mana setahun yang lalu Tuhan menganugerahiku seorang putri, namun juga menyayat hatiku, ketika kuingat bahwa di hari yang sama Ia memberiku seorang lagi belahan jiwa, Ia malah merenggut belahan jiwaku yang satunya.

Aku menyalakan lilin, dan membiarkannya padam ditiup angin, yang entah bagaimana aku harap merupakan pertanda hadirmu. Putri kita belum bisa makan kue coklat, tentu saja, dan aku tidak akan memberikan kue ini kepadanya. Aku akan memberikan kue ini kepada penjaga makammu, berharap ia akan menjaganya tetap terawat sama seperti aku merawat cinta kita.

Aku sudah mengambil cuti seharian ini, karena aku ingin menghabiskan waktu bertiga bersamamu, dan bersama putri kita, namun sepertinya cuaca tidak mengizinkan, gerimis mulai berjatuhan satu per satu, dan seperti yang kuingat, kita berdua dari dulu selalu menyukai gerimis, selalu menikmati gerimis tatkala kita berdua melewatkan sore hari di rumah yang kita bangun berdasarkan cinta. Aku tak apa jika hujan membasuh tubuhku dengan dinginnya, namun aku khawatir putri kita akan jatuh sakit, oleh karena itu aku mencium nisanmu, yang terasa dingin, berbeda sekali dengan pipimu yang kemerahan dan selalu terasa hangat, dengan aromamu yang begitu akrab di hidungku. Aku juga membiarkan putri kita yang kini sudah terbangun, namun tidak menangis seperti biasanya, untuk menyentuh nisan putih mu yang dingin, namun dengan cara yang tak kumengerti ia tampaknya mengenalnya, mengenal sapa yang terbaring di sini, ibunya, yang telah meregang nyawa untuknya. Kemudian aku melangkahkan kaki, berusaha menghindari hujan menuju ke mobil.

Aku mencintaimu, sampai sekarang, dan masih belum berkurang sama seperti ketika pertama kali aku mengatakan aku mencintaimu. Namun kini begitu jauh rasanya takdir mesmisahkan kita, aku mencintaimu, sungguh-sungguh mencintaimu, dan aku ingin sekali menggumamkan itu setiap kali aku mengingat hadirmu, karena mungkin tak cukup sering terucap betapa aku mencintaimu.

Aku telah menyalakan mesin mobil, kami harus pulang, sebab kakek-neneknya Ayrie sudah menunggu di rumah, rumah yang seperti kukatakan, kita bangun dengan cinta, dan samapai selamanya akan begitu. Hujan menyentuh bumi dengan titik-titiknya, membasahi tiap tempat yang disentuhnya, termasuk makammu. Aku hanya mampu merasakan rindu yang menyiksa, sama seperti sapuan hujan yang seolah tak ada hentinya, seperti ribuan titik-titik rindu yang yang menghujam hatiku.
Aku mencintaimu, aku merindukanmu, dan akan selalu begitu…..


Read More >>

Sponsor

Pengikut