Sponsor

Tampilkan postingan dengan label IPK [ Iman, Pengharapan, Kasih]. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPK [ Iman, Pengharapan, Kasih]. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 September 2011

2 Cara Untuk Tetap Hidup Dalam FirmanNya

Dua Cara Untuk Tetap Hidup Dalam FirmanNya“Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu” Amsal 7:1.Kitab Amsal mengajarkan begitu banyak hikmat bagi umat Tuhan. Jika kita mau merenungkan ayat dari kitab ini setiap hari, maka kita akan mendapatkan pelajaran yang berharga bagi kehidupan kita. Sehingga dalam tiap langkah hidup kita, walaupun berbagai masalah menghadang, kita akan tetap dapat berdiri kuat mengatasi setiap masalah. Badai sekuat apapun yang menerpa kehidupan kita tidak akan dapat menggoyahkan iman kita ketika hidup kita mengandalkan Firman Tuhan.
“Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian” Ams 9:10.Ketika kita memilih untuk hidup di dalam jalan Tuhan, maka hikmat dari Tuhan akan dicurahkan bagi kita, sehingga dengan hikmatNya itu kita dapat berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. Raja Salomo, anak dari Raja Daud, begitu menggantungkan hidupnya kepada Tuhan, sehingga Tuhan memberikan hikmat yang luar biasa bagi Salomo. Hidup Salomo begitu diberkati Tuhan dan menjadi raja yang sangat dikenal sampai ke segala bangsa pada jamannya. Demikian juga dengan kehidupan kita saat ini, ketika kita menggantungkan hidup kita kepada Tuhan, maka Dia akan memelihara hidup kita dan memberkati setiap langkah hidup yang kita jalani. Ada dua hal yang perlu dilakukan untuk tetap hidup di dalam FirmanNya:
  1. “Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu” Ams 7:2 Tuhan memerintahkan kita untuk berpegang kepada segala perintahNya. Ini berarti bahwa dalam pekerjaan, aktivitas, kegiatan sosial dan lain sebagainya, kita harus tetap berpegang teguh pada FirmanNya. Jangan sampai kita berkompromi dengan cara-cara dunia yang selalu menggoda kita untuk dapat meraih keinginan kita.
    Tuhan mengatakan untuk menyimpan ajaranNya seperti kita menjaga biji mata kita sendiri. Kita akan melindungi mata kita sedemikian rupa apabila ada sesuatu yang mengganggu atau akan menyakiti mata kita. Seperti itulah yang Tuhan inginkan ketika kita menyimpan ajaranNya.
    FirmanNya harus kita jaga sedemikian rupa agar selalu hidup dalam hati kita. Jangan biarkan hal-hal duniawi lebih mendominasi hidup kita dibandingkan dengan FirmanNya. Karena seberapa banyak hal-hal yang masuk dalam hidup kita, seperti itulah jalan kehidupan kita. Jika hal-hal duniawi lebih banyak masuk dalam pikiran/hati kita, maka kita akan bertindak dipengaruhi oleh keinginan daging. Tetapi jika lebih banyak Firman Tuhan yang masuk dalam hidup kita, maka Firman itu akan bertumbuh subur dan menjadi berbuah dalam hidup kita, sehingga setiap langkah kehidupan kita akan mencerminkan terang kasih Tuhan.Dengan membaca Firman Tuhan setiap hari, maka kita menjaga FirmanNya tetap hidup di dalam hati kita.
  2. “Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu” Ams 7:3 Tuhan juga memerintahkan untuk menambatkannya pada jari kita. Ini berarti bahwa kita harus membuat agar FirmanNya dapat lekat dalam hidup kita, dan tidak terlepas dari kehidupan kita. Jika ada sesuatu yang terikat pada jari kita maka kita akan selalu teringat akan benda tersebut. Tuhan juga mau agar kita selalu ingat bahwa ada Firman Tuhan yang selalu lekat dalam hati kita.
    Untuk itu kita juga harus menuliskan segala firmanNya dalam loh hati kita, yaitu menjadikan FirmanNya sebagai rhema dalam kehidupan kita. Melakukan dan mempraktekkan Firman Tuhan dalam pekerjaan, kepada keluarga, lingkungan, teman dan lainnya, akan menjadikannya sebagai rhema dalam hidup kita. Dengan begitu kita tidak akan mudah lupa akan apa yang menjadi perintah Tuhan.
    Langsung praktekkan setiap Firman Tuhan yang kita baca setiap hari, maka Firman itu akan senantiasa lekat dalam hidup kita, dan akan membawa berkat kehidupan bagi kita semuanya.“Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. ” Amsal 1:7

    Tuhan Yesus Memberkati.
Read More >>

Tegar di Masa Sukar

Seluruh umat manusia di muka bumi ini tanpa terkecuali mengalami satu situasi, yang semakin sulit. Segala aspek yang ada tidak ada yang terhindar dari kata sulit,semua serba susah dan menyentuh titik krisis. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terahir akan datang masa yang sukar. (2Tim. 3:1)
Hal serupa juga dialami oleh orang orang percaya (gereja), satu situasi yang memang sudah dinubuatkan dalam Alkitab, sebut saja dalam 2Tim. 3:1, pada hari–hari terahir akan datang masa yang sukar; Efesus 6:10—Paulus menguatkan jemaat efesus untuk kuat, dalam ayat 12 dikatakan kita menghadapi perang.
Sebagai orang percaya yang mempunyai sandaran firman Tuhan,situasi sulit yang dihadapi tentunya tidak melemahakan iman kita,karena Tuhan lewat FirmanNya memang memberikan kiat-kiat dalam menghadapi masa-masa sukar itu,dalam pendalaman Alkitab kali ini, kita membahas 3 (tiga) kiat menghadapi hal-hal yang menyulitkan dan membuat sesak hidup ini.
Kiat tersebut adalah:
  1. Berdoa : Pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah dengan berdoa masalah Kita akan segera berakhir? Melihat hal ini Yak. 5:16 mengatakan doa-doa orang benar sangat besar kuasanya, jika dilakukan dengan iman. Ternyata ada persyaratan dalam kita berdoa yaitu iman, iman yang menguatkan hati kita bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. (Luk. 1:37; Mat. 21:22)
    Lepas dari itu langkah doa adalah satu nasehat yang Tuhan sendiri berikan kepada kita. Saat Daniel menghadapi masalah dalam kepentingan ibadah, Daniel tetap berdoa, karena ia yakin bahwa Tuhan pasti memberikan jalan keluar terhadap masalahnya.
    Salomo mengingatkan dalam ayatnya yang terkenal Ams. 3:5-6 percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati, termasuk dalam hal doa, kita berdoa karena memang kita tidak punya daya apa-apa, untuk melakukan sesuatu, semua karena pertolongan Tuhan. Mzm. 127:1,2
    Kita harus bersyukur, karena dapat mengambil langkah (kiat) untuk berdoa, karena tidak semua manusia mampunyai kiat seperti ini, dengan berdoa masalah kita dapat selesai. Paulus dan Silas mengambil langkah berdoa saat mereka harus menghadapi kurungan dan belenggu (Kis. 16:25). Lewat doa setiap ikatan (hal-hal yang sulit) dapat terlepas.
  2. Mengaku dengan jujur/tulus atas setiap dosa dan pelanggaran kita : Ananias dan Safira gagal (Kis. 5:1-11), karena mereka tidak jujur atas dosa mereka, kita harus menyadari dosa membawa kerugian yang sangat besar. Yer. 5:25 bahkan dosa mendatangkan pemisahan hidup kita dengan Allah (maut), Rm. 6:23; Yeh. 18:20. Dalam rumus kitab Taurat, seorang yang mengalami satu kesalahan/pelangaran harus dikenai hukuman yang setimpal (misal mata ganti mata gigi ganti gigi) tetapi syukur kepada kita yang mendapat kasih karunia Tuhan Yesus, mati bagi kita menghapus segala dosa pelangaran kita.
    Daud menyadari kekeliruannya yang besar dalam hidupnya Mzm. 51:5, skandalnya dengan Betsyeba membuat hubungannya dengan Allah rusak oleh sebab itu ia mengaku dengan jujur dan tulus setiap kesalahan, dan langkah selanjutnya yang diambil oleh Daud adalah memohon ampun kepada Allah. (Mzm 32:5; Bil. 5:5-7).
    Kitab Taurat telah menentukan tentang pengakuan dosa karena kita sudah mengerti dosa membawa kerugian yang sangat besar. (Yes. 59:1,2; 2Kor. 7:10; Mzm. 51:1-9). Kita juga harus mempunyai sikap meyakini pemgampunan Allah yang luar biasa Mzm. 130:3,4 ;103:12.
  3. Teguhkan hati melalui janji-janji-Nya, karena Allah bukan manusia terhadap janji itu : Bil. 23:19—Dengan keteguhan hati hidup kita akan lebih dipenuhi dengan semangat dan kepercayaan yang tinggi terhjadap janji-janji Allah. Ams. 14:8 saat Elia mengalami lemah iman menghadapi Izebel, Allah menguatkan hati dan memulihkan jiwa hidup Elia. Hanya Allah dapat memberikan semangat seperti yang diungkap dalam Yes. 40:28-31. Daud sukses mengalalahkn Goliat, karena ia yakin akan kebesaran Allah, jadi taguhkan hati kita terhadap janji-janji Allah.
Firman Tuhan sudah memberikan langkah (kiat-kiat) bagi kita untuk menghadapi masalah hari-hari yang semakin sulit dan sukar ini, percaya Tuhan Yesus mampu menolong kita, janji-Nya tidak pernah dan akan berubah, Amin.

Selamat Beribadah
Tuhan Yesus Memberkati.
Read More >>

Selasa, 06 September 2011

Apa kata Tuhan tentang CINTA???? ^^

1.Cinta adalah pencipta keindahan terhebat (Tim 2:9-10)

2.Cinta adalah suatu wujud keinginan;dalam niat dan tindakan (1 Yoh 3:18)

3.Cinta harus menjadi dasar dari segala sesuatu (1 Kor 13:3)

4.Rumus untuk mencapai hubungan yang sukses:Perlakukan semua bencana seperti masalah sepele, tetapi jangan pernah memperlakukan masalah sepele seperti sebuah bencana. (Filipi 4:5)

5.Tidak ada yang dapat mengimbangi besarnya nilai kenangan bersama: kenangan melalui masa sulit bersama (2 Tim 1:2-3)

6.Kita dapat menjaga kehidupan cinta kita bila menjadikannya sebagai prioritas dalam kehidupan kita. (Kid 4:16)

7.Cinta selalu percaya akan adanya mukjizat. (Roma 8:28)

8.Cinta membuat segala sesuatu menjadi ringan. (Mat 11:28)

9.Ketika cinta harus menanggung sesuatu, ia tidak akan dianggap sebagai beban. (Mat 11:30)

10.Cinta memberikan segala - galanya dengan tidak mengharapkan balasan.(Yoh 3:16)


11.Cinta kekanak-kanakan berkata: "Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu." Cinta dewasa berkata: "Aku membutuhkanmu karena aku mecintaimu." (1 Yoh 3:16)


12.Cinta memang benar seperti yang terdengar,terlihat,tertulis, dan dibicarakan banyak orang. Cinta patut diperjuangkan dengan mempertaruhkan semua yg ada untuk mendapatkannya. (1 Yoh 3:1)

13.Cinta adalah suatu pencarian (Gal 5:14)

14.Kebiasaan terlihat indah di dalam cinta. (2 Kor 8:12)

15.Keuntungan cinta pada pandangan pertama adalah memperlambat pandangan yang kedua. (Roma 5:8)

16.Cinta adalah satu-satunya gairah yang memasukkan kebahagiaan orang lain dalam mimpinya. (Yoh 14:1-3)

17.Cinta adalah satu-satunya usaha yang sangat boros:meskipun cinta itu diberikan,dibuang,disebarkan,dikosongkan dari perbendaharaan anda, anda akan memiliki lebih banyak dari semula. (Luk 6:38)

18.Untuk mencintai seseorang, kita hanya dapat megharapkan kebaikan baginya. (1 Kor 10:24)

19.Cinta mengubah semua hati yang keras menjadi lembut. (Roma 8:6)

20.Kebersamaan menguatkan cinta. (Fil 1:7)

21.Ketidakhadiran mempertajam cinta. (2 Tim 1:4)

22.Cinta adalah apa yang telah kita alami bersama dengan seseorang. (KIS 20:31-32)

23.Hargailah kebajikannya. Jangan terlalu melihat kesalahan-kesalahannya.(Kid 5:16)


24.Bagaimana aku dapat mencintaimu ? Izinkan aku melakukan banyak hal untuk menunjukkan cintaku. (Hosea 3:1)

25.Pembicaraan intim dengan pasangan dapat meringankan beban perjalanan yang penuh dengan tantangan.(Kid 4:1)

26.Pertahankan hal-hal yang sudah disetujui bersama dan rundingkan hal-hal yang dapat dikompromikan. (Filipi 2:4)

27.Cinta bukan hanya saling memandang satu sama lain, namun bersama-sama melihat pada satu tujuan. (KIS 2:44-45)

28.Cinta memenuhi dan menyelesaikan banyak hal ketika salah satu dari pasangan tidak berdaya dan tidak berpengharapan. (Pengkhotbah 4:10)

29.Tidak ada satu bagianpun yang ada padamu yang tidak aku ketahui, tidak kuingat, dan tidak kuinginkan.(Kid 5:2)

30.Tiada hubungan yang tidak bermasalah. (P'khotbah 7:29)

31.Cinta berani mengambil resiko untuk melihat impian pasangan anda menjadi kenyataan. (1 Pet 3:6)

32.Kita dapat memberi tanpa mengasihi, tetapi kita tidak dapat mengasihi tanpa memberi. (Ams 20:22)

33.Cinta memerintah tanpa pedang. Cinta mengikat tanpa tali. (2 Kor 3:17)

34.Anda tidak bisa membuat saya berduka bila saya memiliki cinta. (Roma 8:1-2)

35.Tidak ada yang kalah atau menang dalam suatu konflik, tetapi itu akan menjadi terobosan baru menuju pengertian yg lebih baik satu sama lain.(Roma 13:10)

36."Aku mencintaimu". Itu berarti: "kamu, kamu,kamu dan hanya kamu seorang." (1 Pet 3:7)

37.Pernikahan bagaikan proses pembedahan karena sifat ingin dipuji dari seorang wanita dan sifat mementingkan diri sendiri dari seorang pria diambil tanpa memakai obat bius. (1 Kor 13:5)

38.Pernikahan adalah petualangan menuju keintiman, sedangkan keintiman adalah keterbukaan seseorang terhadap yang lain. (Roma 12:9)

39.Tujuan pernikahan bukan untuk mempunyai pikiran yang sama, tetapi bagaimana supaya berpikir secara bersama-sama. (Ef 4:3)

40.Pernikahan yang sukses membutuhkan jatuh cinta berulang kali kepada orang yang sama. (1 Pet 1:22)

Sumber: Renungan Hari Ini.com
GBU ^__^
Read More >>

Kesempatan & Pilihan dalam MENCINTAI

Bertemu adalah kesempatan, mencintai adalah pilihan...

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan..
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan.. .
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan..

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan...
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya, daripada pasanganmu, Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan...
Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi Cinta sejati yang abadi adalah Pilihan.... Pilihan yang kita lakukan...


Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan yang mungkin sangat tepat :
"... Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil.. "
Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu..
Tetapi tetap berpulang padamu, Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya atau tidak...
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan..
Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai, TETAPI untuk... Belajar mencintai orang yang tidak sempurna, Dengan cara yang sempurna...^ ^

While you are reading this page, if someone appears in your mind, then.. " You Are In Love With That Person..." (unknwon).

Sumber: Renungan Harian.com
Read More >>

Kasih IBU

Pernahkah kita mencoba mengingat akan masa lalu………..????
Sembilan bulan kita hidup dalam kandungan sang bunda……
Bunda selalu membawa kita kemanapun ia pergi………
Tak pernah ia berfikir untuk menanggalkan kita walau sejenak………
Lalu kita pun lahir dengan tangis pertama kita menyapa dunia ini……
Bunda pun selalu ikhlas merawat kita dengan penuh kasih sayang……
Kadang kita telah begitu saja mengambil waktu istirahatnya dengan tangis kita di malam hari……mengganti popok kita yang basah, memberikan kita air susu ketika kita lapar………….
Dan kita hanya bisa menangis saja ketika itu………
Kita selalu diayun, dipangku dan ditimang-timang
Lalu apa balasan kita waktu itu………..????
Kita sering membuat basah baju bunda dengan air kencing kita……
Dan Bunda tak pernah sekalipun memarahi kita……
Usia kitapun beranjak perlahan……
Ingatkah ketika hari pertama kita masuk sekolah……???
Setiap pagi, Bunda selalu memandikan kita,………menyuapi kita………mengantar kita dan menunggui kita……
Bunda begitu sabar mengiringi hari kita di sekolah……
Dan kita hanya bermain ketika itu……
Lalu ketika kita beranjak remaja………
Bundapun tak henti untuk menghawatirkan kita……
Ketika kita sering pulang terlambat dengan berbagai alasaan……
Bunda hanya menatap dengan penuh cemas……
Padahal mungkin kita hanya bersenang-senang di luar sana……
Ingatkah kita pada saat hari raya idul fitri………
Sering bunda membelikan kita baju, sepatu, celana baru………
Dengan harapan kita akan merasa senang……
Ingatkah pula apa kata kita ketika itu………..
“Ah….bajunya udah kuno gak mau ah” bunda ‘nggak tau selera anak muda…
dan bunda hanya tersenyum saja……
Saat kita mengenal cinta akan sesama………
Sering kita membohongi bunda hanya untuk bercinta semata……
Dan bundapun tak pernah lepaskan kasih sayangnya untuk kita……
Ketika bunda bilang………”Nak…….mestinya kamu sekolah dulu yang benar….jangan dulu berpacaran….””
Lantas kita hanya menjawab ”bu, saya udah gede, saya tau apa yg baik buat saya, ibu jangan terlalu mengatur saya dong!!”
Bunda hanya tersenyum dan menatap kita dengan penuh kasih sayang…

Apakah kita ingat saat kita memasuki bangku kuliah…
Bunda dengan penuh semangat memberikan biaya kuliah kita yang setinggi langit…
Lalu mungkin kita juga hanya bersenang-senang saja dengan dunia yang sedikit beranjak dewasa……
Ketika kita butuh uang utk menuntaskan hasrat cinta muda kita……
Sekali lagi kita sering membohongi bunda……
dengan mengatakan….”bu……saya butuh uang….untuk biaya praktikum……kira-kira….sekian juta..”
Lalu bunda bilang………….”nak…….apa tidak bisa di cicil…??
Kita dengan segera menjawab…..”gak bisa bu….harus sekali bayar……..”
Kita tak pernah tahu apa yang ada di benak bunda ketika itu……
Jika saja bunda tahu bahwa itu hanyalah alasan kita semata…..karena mungkin saja yang sebenarnya adalah kita butuh uang untuk mentraktir atau menyenangkan pacar tersayang saja…
Dan ternyata bunda selalu saja menyayangi dan berusaha mempercayai kita.

Pada saat kita lulus kuliah………
Kita mungkin bisa melihat betapa bangganya bunda mendapati anaknya sudah menjadi seorang sarjana menangis penuh haru bahagia bunda ketika itu
Lalu tak lama setelah itu……tiba-taba….
“Bu….sekarang saya sudah dewasa……saya ingin menikahi si anu……….karena saya mencintai dia………boleh kan bu……..?”
Mungkin bunda akan bilang ; ”Nak mustinya kamu mencari kerja dulu, lalu setelah sedikit mapan mungkin kamu bisa menikah”
Lalu apa jawab kita; ”Bu! kalo ibu percaya, .saya sanggup untuk memberikan makan dia tanpa ibu kasih, saya harap ibu tidak melarang niat saya untuk menikah sekarang, saya sudah dewasa bu, bukan anak kecil yang segalanya harus ibu perhatikan!! !”
Dan demi kasih sayangnya terhadap kita, maka bundapun sekali lagi meluluskan keinginan kita, sekaligus memberikan kita sedikit bekal untuk mengarungi biduk rumah tangga kita nanti.
Tak berapa lama setelah itu, kitapun merasa sanggup untuk hidup terpisah dari beliau….maka sekali lagi kita merajuk pada bunda.
Pada saat bunda sudah memasuki hari tuanya, kita pun meninggalkan dia dalam hari-hari senjanya.
Dan bunda tak pernah meminta kita untuk menemaninya karena bunda pikir anaknya sudah mempunyai kehidupan sendiri.
Bertahun-tahun kita meninggalkan bunda dan mungkin hanya setahun sekali saja kita menengok dia, itupun pada saat Hari Raya saja.
Lalu, ketika Bunda sakit di hari tuanya,
Mungkin bunda mengharapkan kasih sayang anaknya bisa sedikit menghibur dia.
Tapi, sering kita mengabaikan harapan bunda……
Kita mungkin merasa direpotkan hanya dengan mengurusi seorang wanita tua yang sudah tak berdaya itu, .maka dengan tanpa ragu lagi kita antarkan bunda pada sebuah panti jompo, kita tinggalkan bunda dengan segala harapannya terhadap kita.
Lalu pada saat Allah hendak menjemput dia, kita mungkin sedang tenggelam dalam kehidupan yang sudah menyita sebagian hati nurani kita.
Hingga satu hari terdengar bunyi dering telepon yang memberikan kabar bahwa bunda telah tiada.
Dan aku tak berani bilang bahwa mungkin saja hati kita sudah bebal dan telinga kita sudah tuli akan kenyataan ini.
Ada sesal mungkin di sana, .sesal yang tak akan terbalas dengan sejuta tetesan air mata kita.
Dan kitapun hanya meratapi kepergian bunda, ya bunda yang sudah mencetak kita dengan segenap kasih sayang bunda yang tak terperi ketulusannya, sesal yang tiada guna ketika kita tahu bunda pergi bersama setitik harapan bunda bahwa dia ingin anaknya ada ketika hembusan nafasnya yang terakhir memutuskan kehidupannya.
Dan kita hanya terpekur menatap bekunya batu nisan bertahtakan nama bunda. Itupun jika masih ada secuil nurani kita yang masih berwarna putih.

Kutuliskan ini, untuk mengenang bahwa bunda adalah pembawa syurga buat anaknya, mungkin ini tak semua benar, tapi tak mustahil ini terjadi dan ada di dunia ini.
Bunda, .aku menyayangi bunda seperti aku menyayangi syurgaNYA.

Maafkan anakmu ya bunda.
Peluk cium anakmu selalu.




sumber : www.kaskus.us
http://www.klikunic.com/2010/03/perjuangan-seorang-ibu-demi-makan.html 
Read More >>

KISAH WORTEL, TELUR DAN KOPI

Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain muncul. Ayahnya, seorang juru masak, tersenyum dan membawa anak perempuannya ke dapur. Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia memasukkan wortel. Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur. Dan, pada panci ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk.Ia membiarkan masing-masing mendidih.

Selama itu ia terdiam seribu basa. Sang anak menggereget gigi, tak sabar menunggu dan heran dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga.

Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur, dan kopi, " jawab sang anak. Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel. Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu terasa lunak. Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras. Sang anak tersenyum saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu. "Apa maksud semua ini, ayah?" tanya sang anak.
Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang sama, yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda. Wortel yang semula kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lunak dan lemah.
Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah direbus menjadi keras dan kokoh. Sedangkan biji kopi tumbuk berubah menjadi sangat unik. Biji kopi, setelah direbus, malah mengubah air yang merebusnya
itu. "Maka, yang manakah dirimu?" tanya sang ayah pada anaknya. "Di saat kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada dirimu?
Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi?"


Sumber: Kisah Inspiratif
Read More >>

Sponsor

Pengikut